Sandi: Proyek Galian Fiber Optik Salah Satu Penyebab Kemacetan Jakarta

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sandiaga Uno  (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga Uno (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyoroti proyek galian kabel fiber optic yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga karena kerap menyebabkan kemacetan.

"Ada satu permasalahan yakni kita langsung bicara, bahwa menggelar layanan pita lebar ini juga mengakibatkan kesemerawutan, kemacetan dan sebagainya," kata Sandi di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/4).

Oleh karena itu, Sandi meminta pada Kepala Dinas Bina Marga Yusmada Faizal agar proyek galian kabel tidak dilakukan berulang kali agar tidak menimbulkan kemacetan.

"Ini langsung Kepala Dinas Marga, di sini kita intinya manhole yang kita bangun bisa tersambung dan kita juga ada kesempatan penataan trotoar Sudirman-Thamrin bisa dibarengi dengan penataan dari broadband yang ada. Supaya tidak terus menggali bongkar pasang lagi, gali lagi udah dirapihin gali lagi bikin kemacetan," ujarnya.

Apalagi, kata Sandi, Jakarta sebentar lagi akan menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games bulan Agustus mendatang. Sandi berharap ajang olah raga besar se-Asia itu berjalan lancar tanpa kendala apa pun.

"Kepala Dinas Bina Marga dan Kominfotik, kita ingin sinerginya lebih baik ke depan. Harapan kita menciptakan lapangan kerja apalagi mau masuk Asian Games, jangan sampai pas Asian Games koneksi jebol, orang mau foto enggak (bisa) upload. Itu harapan kita bisa tercapai " kata Sandi.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga mengatakan pihaknya akan menata jaringan utilitas kota dalam melakukan penataan trotoar. Ia berharap kabel fiber optic tetap tertata rapi di bawah tanah tanpa merusak trotoar.

Bina Marga juga akan menyiapkan box utilitas dalam menata trotoar tersebut. Sehingga ia optimistis saat penataan trotoar Sudirman-Thamrin tidak akan ada lagi pembongkaran berulang kali.

"Tujuan kita sekalian menata trotoar, menata jalan sekaligus menata utilitas kota. Kita berharap sekarang regulasi utilitas kan ada di bawah tanah. Jadi trotoar pita lebar itu sebagai utilitasnya yang baru maka itu bisa dipindahkan," kata Yusmada.