Sandi Sempat Pesimistis Pemprov Bisa Raih Predikat WTP

30 Mei 2018 15:23 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:08 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sandiaga Uno di Balai Kota (Foto: Moh Fajri/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga Uno di Balai Kota (Foto: Moh Fajri/kumparan)
ADVERTISEMENT
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku sempat merasa pesimistis bahwa Pemprov DKI bisa mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2017 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebab, terdapat aset senilai sekitar Rp 170 triliun yang belum dipetakan jelang batas akhir penyerahan laporan.
ADVERTISEMENT
"Sedikit cerita sekitar dua sampai minggu sebelumnya kita hampir pesimis. Karena total aset yang belum terpetakan sekitar Rp 170 triliun lebih. Saya dilaporkan, 'Pak kelihatannya baru tahun depan bisa (WTP)'. Saya bilang tidak bisa, pokoknya harus," ujarnya Sandi di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Rabu (30/5).
Meski demikian, Sandi mengaku sempat meminta perpanjangan waktu kepada BPK untuk menyelesaikan pemetaan aset. Setelah itu, Sandi mengumpulkan dinas terkait untuk bekerja sama.
"Saya minta perpanjangan waktu. Saya mohon-mohon. Saya cium tangan teman BPK. Saya minta, saya kumpulkan teman-teman dinas. Saya bilang di ruangan ini, saya minta Pak Sekda hadir juga. Saya sampaikan mau tidak kita WTP. (Dijawab) mau, WTP pasti bisa," ungkapnya
ADVERTISEMENT
"Saya bilang WTP itu berpulang kepada masing-masing dinas. Masing-masing kita sendiri," lanjut Sandi.
Sandi rapat Road to WTP (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sandi rapat Road to WTP (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)
Melalui kerja sama itu, kata Sandi, Pemprov mampu menyelesaikan pemetaan aset untuk mendapatkan predikat WTP.
"Alhamdulillah itu kayak nonton bola. Rp 179 triliun turun menjadi Rp 100 triliun. Turun menjadi Rp 50 triliun. Di menit-menit terakhir itu angkanya masih Rp 3-4 triliun," ujarnya
Untuk itu, Sandi mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu Pemprov mendapatkan predikat WTP. "Berkat semua tim, asistensi, ada juga Prof Ilyas yang ikut mengawal prosesnya. Kita pahami juga ini akhirnya bisa mendapatkan predikat WTP," tutup Sandi.