Sandi soal Survei Puskaptis: Survei Internal Tunjukkan Kami Tertinggal

Lembaga survei Puskaptis merilis hasil survei elektabilitas capres-cawapres jelang Pilpres 2019. Dalam survei yang dilakukan pada 26 Maret-2 April itu, paslon 02 Prabowo-Sandi unggul dengan 47,59 persen, sementara paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dengan perolehan 45,37 persen.
Menanggapi hal ini, cawapres Sandiaga Uno mengatakan hasil survei itu akan dijadikan evaluasi untuk strategi pemenangan di pilpres nanti. Ia pun mengaku berdasarkan survei internal yang dilakukan timnya, elektabilitas paslon 02 masih tertinggal dari paslon 01.
"Tentu survei yang lain jadi tambahan data bagi kami. Tapi survei internal kami menunjukkan kami sedikit tertinggal dalam kisaran margin error. Jadi kami harus dorong mudah-mudahan ada sentimen yang positif dan momentum yang semakin kuat untuk perubahan, " kata Sandiaga di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa (9/4).
Sandiaga mengklaim dari hasil survei internal itu, elektabilitas Prabowo-Sandi menyentuh angka 40 persen. Nilai ini dianggap tinggi oleh Sandiaga.
"Tentunya saya tidak pernah ingin menyampaikan (angka). Karena survei itu adalah bukan bagian kita untuk menggiring opini, tapi survei itu untuk membantu kami mengambil strategi pemenangan. Dan kalau kami bilang angka ketat itu di atas 40 persen di tiga bulan dan menunjukkan kinerja positif," tuturnya.
Sandiaga mengatakan, angka 40 persen ini berasal dari sejumlah isu yang diangkat tim paslon 02. Mulai dari isu ekonomi, lapangan kerja, dan bahan pokok. Sandi menilai pihaknya telah mengindentifikasi akar permasalahan yang ada di masyarakat. Solusi juga telah diberikan.
"Yang bisa kami tebarkan terus optimis sehingga waktu 9 hari lagi kita bisa dapat maksimal. Saya berharap ini bisa berlanjut sampai 17 April, " pungkasnya.
Bedasarkan survei pada 26 Maret-2 April ini, Puskaptis menyebut paslon 02 unggul 47,59 persen. Sedangkan elektabilitas paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin 45,37 persen, dan swing voters sekitar 7,02 persen. Data ini berubah dari rilis Puskaptis pada 8-14 Januari yang menempatkan Jokowi-Ma'ruf 45,9 persen vs Prabowo-Sandi 41,8 persen.
