Sandi: Sri Mulyani Masuk ke Radar Cawapres Prabowo

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sri Mulyani dan Sandiaga Uno di Lapangan Banteng. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sri Mulyani dan Sandiaga Uno di Lapangan Banteng. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno menampik ada pembahasan soal Pilpres 2019 saat bertemu dengan Menkeu Sri Mulyani pagi tadi. Namun, ia menyebut bahwa nama Menteri Keuangan Sri Mulyani memang masuk ke dalam bursa cawapres Prabowo.

"Walaupun nama Bu Sri Mulyani ada dalam radar cawapres Prabowo. Tidak ada pembahasan mengenai cawapres Prabowo tadi," ucap Sandi, di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senini (7/5).

Sandi mengatakan, pertemuannya pagi tadi bersama Sri Mulyani di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, sama sekali tak membahas soal politik. Ia menyebut, dalam pertemuan itu, ia hanya membicarakan soal hasil kerja sama antara ia dengan mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

"Saya klarifikasi, tadi pertemuan tidak ada pembicaraan mengenai politik. Murni tadi adalah realisasi janji kami, kerja yang saya sampaikan ke Bu Sri Mulyani," tutur Sandi.

Prabowo Subianto di Rakornas Gerindra (Foto: Dok. Gerindra)
zoom-in-whitePerbesar
Prabowo Subianto di Rakornas Gerindra (Foto: Dok. Gerindra)

Sandi menilai wajar jika banyak yang menilai obrolannya bersama Sri Mulyani membahas soal politik. Sebab, Sri Mulyani merupakan tokoh yang identik dengan keseriusan.

"Tadi murni (tak membahas politik). Kalau Bu Susi kan agak ya, gitulah ada fun-fun. Kalau Bu Sri Mulyani tadi tegang harus kita serius, jadi wagub juga serius," ucap dia.

Di beberapa survei, Sri Mulyani sebenarnya kerap masuk ke dalam bursa cawapres Joko Widodo. Namanya bersaing dengan beberapa tokoh lain seperti Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PPP Romahurmuziy, Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dan lain-lain.