Sandiaga Soroti Praktik Jual-Beli 'Kepala' Turis China

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sandiaga Uno di Kuta, Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga Uno di Kuta, Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengancam mencabut izin usaha travel yang menerapkan praktik "jual-beli kepala" turis China di Bali.

"Izin yang dikeluarkan oleh Pak Gubernur (Bali, Wayan Koster), saya rekomendasikan untuk dicabut," kata Sandiaga kepada wartawan di Kuta, Bali, Kamis (23/2).

Agen travel di Bali kehilangan potensi pendapatan akibat praktik tersebut: Alih-alih mengeluarkan uang ke agen travel di Bali (misalnya untuk belanja), para turis itu mengeluarkan uangnya ke China (ke agen travel-nya).

Agen travel di Bali hanya dapat uang hasil memandu para turis itu (dihitung per orang atau per "kepala").

"Saya juga memberikan arahan kepada industri, lama tinggal (durasi) wisatawan lebih panjang juga belanja kepada ekonomi lokal harus lebih tinggi dan bermanfaat," ujar Sandiaga.

Berkaca pada tahun 2015, dalam praktik jual-beli kepala ini turis China membayar biaya penginapan hingga oleh-oleh ke agen travel-nya di China, transaksi menggunakan PayPal.