Sandiaga Tawarkan Beasiswa Sekolah Pariwisata untuk Roy, Jeje, dan ABG Citayam

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menparekraf Sandiaga Uno Salahuddin di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (8/7/2022. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menparekraf Sandiaga Uno Salahuddin di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (8/7/2022. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Salah satu ABG asal Citayam, Roy (17) dengan kekasihnya Jeje, bak ikon remaja kongko di trotoar Dukuh Atas dan sekitarnya.

Pria yang memiliki nama asli Aji Alfriandi ini sebetulnya tak sekadar kongko membuang waktu di area tersebut. Ia membuat konten dan menunggu endorse di TikTok untuk biaya hidup.

Ia sudah putus sekolah sejak kelas 3 SMP. Roy bisa saja bukan satu-satunya ABG Citayam yang memutar otak untuk mencari nafkah dari bisnis digital di Sudirman dan sekitarnya.

Menanggapi hal ini, Menparekraf Sandiaga Uno Salahuddin berencana menawarkan beasiswa bagi para ABG tersebut. Mereka dinilai berpotensi menjadi agen promosi wisata dalam kota atau nasional.

Mereka bisa mendapatkan beasiswa di Sekolah Tinggi Pariwisata atau Politeknik Pariwisata NHI Bandung. Sandiaga belum membeberkan cara para ABG mengakses beasiswa tersebut.

"Menurut saya kalau mereka berbakat sebagai agen-agen promosi daripada destinasi wisata itu bisa kita rangkul dan kita berikan pelatihan dan mungkin nanti kita berikan beasiswa ke Poltekpar. Kebetulan ada Poltekpar HNI di Bandung kalau jauh dari Citayam, untuk mengembangkan bakatnya,"katanya di Plataran Menjangan, Taman Nasional Bali Barat, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerogak, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (8/7).

Menurut Sandiaga, konten yang dikemas para ABG Citayam tersebut menarik dan kekinian.

"Karena Konten-kontennya keren, menarik dan mereka anak-anak eksis yang mengemas (konten) secara kekinian," katanya.

Sandiaga sejatinya mendukung kegiatan ABG yang kongko di Dukuh Atas dan sekitarnya. Fenomena ini sejatinya bentuk dari urban tourism. Yakni, kegiatan pariwisata yang berlangsung di ruang dalam kota. Mereka berperan aktif mempromosikan destinasi dalam kota.

Menurutnya, hal ini juga tidak terlepas dari bentuk kehidupan demokrasi era generasi Z.

"Menurut saya ini adalah democratization, demokratisasi daripada gaya hidup milenial dan generasi Z. mereka menampilkan produk fashion dari daerahnya tapi tidak membebani daerah itu dengan kegiatan yang negatif," katanya.

Bagi Sandiaga, yang utama, para milenial ini membuat kegiatan positif dan tidak membuat keributan.

"Yang menarik dari mereka, anak-anak Citayam ini yang penting enggak nyampah, enggak memberikan keonaran, tidak melakukan kegiatan yang negatif, mereka asyik-asyik saja," katanya.