Santri Cirebon Kabur, Jalan Kaki 2 Pekan Tanpa Arah, Ditemukan di Semarang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi remaja. Foto: Aoy_Charin/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi remaja. Foto: Aoy_Charin/Shutterstock

Seorang santri salah satu pondok pesantren di Cirebon, Jawa Barat, bernama Muh. Ibrohim Al Azzami (15 tahun), ditemukan di Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, setelah dilaporkan hilang.

Ibrohim ditemukan oleh Kapolsek Bergas AKP Harjono pada Jumat, 5 Desember 2025, setelah dilaporkan hilang sejak 19 November 2025 (Rabu).

Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, mengatakan Ibrohim yang merupakan warga Jawa Barat itu ditemukan sedang berjalan kaki di Jalan Lingkar Ambarawa. Polisi yang mendapat informasi tersebut lalu menemui Ibrohim.

“Setelah kami telusuri dan menghimpun info masyarakat maupun minimarket yang ada, anak tersebut berjalan ke arah Bawen. Setelah kami telusuri, akhirnya anak tersebut kita temukan di seputaran Jalan Lingkar Ambarawa (JLA) pada Jumat, 5 Desember 2025, sekitar pukul 14.50 WIB,” ujar Ainy, Senin (8/12).

Kabur Jalan Kaki Berhari-hari

Ibrohim (tengah) di Polsek Bergas. Dok: Polsek Bergas

Kepada polisi, Ibrohim mengatakan setelah kabur dari pondok pesantrennya, ia nekat berjalan kaki berhari-hari tanpa tahu arah tujuan.

“Dari hasil penelusuran, dirinya melarikan diri dari pondok karena memang ingin keluar dari pondok. Karena bingung, selanjutnya nekat berjalan kaki hingga akhirnya ditemukan di wilayah hukum Polres Semarang,” ungkap Ainy.

Ibrohim lalu dibawa ke Polsek Bergas. Polres Semarang kemudian menghubungi Polresta Cirebon untuk penanganan lebih lanjut.

Ibrohim kemudian dijemput oleh Kanit Tekap Sat Reskrim Polresta Cirebon Iptu Bagas Satya Haprabu. Bagas mengatakan, Ibrohim meninggalkan pondok pada 19 November 2025, dan pihak keluarga melaporkan ke Polsek Ciwaringin pada 22 November 2025.

“Setelah pihak keluarga beserta kuasa hukum membuat laporan, kami lakukan koordinasi dan penyebaran pamflet orang hilang. Dan kami berhasil mendapat informasi bahwa pada 4 Desember 2025 anak tersebut terpantau di wilayah Polsek Bergas,” imbuh Bagas.

Pihaknya pun menyampaikan terima kasih atas bantuan dan kesigapan dari Polres Semarang atas kasus ini. Ibrohim pun langsung dikembalikan ke pangkuan kedua orang tuanya.

“Atas nama jajaran Polresta Cirebon, kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dari Polres Semarang sehingga anak Ibrohim dapat ditemukan dan dikembalikan ke orang tuanya,” kata Bagas.