Santri di Cianjur Hanyut Terbawa Arus Sungai Ciranjang saat Berenang
·waktu baca 2 menit

Seorang santri Pondok Pesantren Alfalah, Kampung Hegarmanah, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat hanyut dan hilang terbawa arus Sungai Ciranjang, Selasa (21/12).
Korban bernama Fabio Grinaldi (12), warga Kampung Curug, Desa/Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Saat itu korban bersama sejumlah temannya yang juga merupakan santri Pondok Pesantren Alfalah berenang di aliran Sungai Ciranjang.
Saat korban dan sejumlah temannya tengah berenang, tiba-tiba debit air sungai meningkat dan menerjang korban yang tengah berenang di aliran sungai tersebut.
Personel Rescue Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Herman, mengatakan satu orang santri dilaporkan hanyut dan hilang terbawa arus sungai. Sementara sejumlah santri lainnya berhasil menyelamatkan diri.
"Korban diketahui bernama Fabio Grinaldi, berdasarkan keterangan para saksi korban hanyut dan hilang saat berenang bersama beberapa rekannya yang merupakan santri Pondok Pesantren Alfalah, Cibiuk," kata Herman saat dikonfirmasi kumparan, Selasa (21/12).
Herman mengaku, proses pencarian terkendala akibat tingginya debit dan derasnya air Sungai Ciranjang. Ditambah lagi kondisi cuaca yang masih diguyur hujan.
"Kita masih melakukan pemantauan dari darat. Karena masih tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai. Cukup berbahaya, debit air tinggi dan deras," jelasnya.
Herman mengatakan, proses pencarian rencananya akan kembali dilakukan besok karena saat ini terkendala penerangan dan arus sungai yang deras.
"Rencananya, besok akan kembali dilanjutkan dengan menyisir aliran sungai. Hingga melakukan pencarian di muara sungai," tandasnya.
