Santri di Jambi Disiksa Senior: Dipegangi, Dibekap, Perut-Kemaluan Diinjak

1 Desember 2023 14:31 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
APD, santri di Jambi yang disiksa senior. Dok: Ist.
zoom-in-whitePerbesar
APD, santri di Jambi yang disiksa senior. Dok: Ist.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Seorang santri laki-laki berinisial APD (12) menjadi korban penganiayaan dan perundungan yang dilakukan seniornya di asrama putra Pondok Pesantren Tri Sukses Jambi, Jambi Selatan, Kota Jambi. Kemaluannya mengalami cedera imbas kekerasan itu.
ADVERTISEMENT
Penganiayaan ini pertama kali terungkap setelah APD menelepon. "Yah, kalau ayah tidak mau menyesal, jemput saya sekarang," kata APD dalam sambungan telepon itu.
Setelah mendengar permohonan itu, Rikarno Widi Setiawan, ayah kadung APD, langsung bergegas ke pondok pesantren. Sesampainya di sana, APD tampak terbaring dan terlihat kesakitan di unit kesehatan pondok (UKP).

Baru Cerita Saat di Rumah

APD kemudian dibawa pulang oleh ayahnya. Ketika berada di rumah, barulah remaja laki-laki ini mengungkapkan bahwa ia telah dianiaya oleh dua orang seniornya.
Widi mengatakan kemaluan anaknya 'digesek' secara paksa dengan menggunakan kaki. Bahkan, perut APD juga sempat diinjak pelaku.
"Mulut anak saya dibekap. Kemudian tangannya dipegang. Kaki anak saya dipegang kuat atau dipaksa. Kemudian kaki pelaku itu menendang bagian bawah itu anak saya," katanya, Jumat (1/12).
ADVERTISEMENT
APD mengalami lebam di bagian kedua paha, bengkak pada bagian kemaluan, dan cedera di bagian perut sebagai akibat serangkaian penganiayaan itu.

Ayah Lapor Polisi

Widi. Dok: kumparan.
Widi yang tidak terima anaknya dianiaya, melaporkan ini ke Polda Jambi. Laporannya bernomor: STPL/343/XI/2023/SPKT/Polda Jambi.
"Kejadian 'penggesekan' kelamin ini sudah terjadi selama empat kali. Yang kami laporkan kejadian pada tanggal 22 dan tanggal 24 November 2023," kata Widi.
APD sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher. Ia kemudian divisum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi.
Widi mengatakan pihak pondok pesantren baru mengetahui usai kasus ini mencuat. Walau sudah menjenguk, pihak pondok pesantren belum memberikan pertanggungjawaban dan membantu biaya pengobatan.
"Sempat mengobrol dan mediasi juga tetapi ya alhamdulillah ada itikad baik," katanya.
ADVERTISEMENT

Perundungan Kerap Terjadi

Ternyata, kata Widi, anaknya kerap mengalami perundungan. Namun, selalu disembunyikan APD karena ditekan untuk berkata yang baik saja terkait pondok pesantren kepada orang tua.
"Sudah sering terjadi perundungan. Tapi pihak pondok selalu memberikan pesan kepada muridnya agar menceritakan pada orang tua yang bagus-bagus saja," ujarnya.
Tidak hanya luka fisik, APD juga mengalami trauma. Ia kini mendapatkan pendampingan dari dinas PPA.

Penjelasan Pihak Ponpes

Hasan selaku pengawas yayasan Pondok Pesantren Tri Sukses Jambi, mengklaim permasalahan ini sudah selesai usai bertemu keluarga korban.
"Sudah damai-damai gak ada permasalahan, sampai sekarang sudah kami amankan. Tidak ada efek sampingnya lagi ke masyarakat yang lain karena itu sudah damai, antara pelaku dan korban sudah damai," katanya.
ADVERTISEMENT
Saat ditanya terkait laporan yang dilayangkan orang tua APD, Hasan mengatakan dirinya tidak mengetahui.
"Gak ada konfirmasi ke kami kalau dia membuat laporkan, insyaallah sudah damai. Kita belum mengetahui dan kita sudah upaya untuk tidak ada permasalahan keluar," ujarnya.