Sapi di Lereng Gunung Merapi Sleman Mulai Diungsikan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sapi-sapi di Kalitengah Lor diungsikan ke kandang komunal di Padukuhan Singlar Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sapi-sapi di Kalitengah Lor diungsikan ke kandang komunal di Padukuhan Singlar Foto: Dok. Istimewa

Gunung Merapi telah ditingkatkan statusnya menjadi Siaga sehingga masyarakat yang ada di sekitar lereng harus diungsikan.

Akan tetapi, tak hanya kelompok rentan, ratusan sapi di Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, juga mulai diungsikan.

Tercatat, ada 294 ekor sapi yang harus diungsikan. Hewan ternak ini memang menjadi prioritas untuk dievakuasi selain kelompok rentan dalam status Siaga atau level III Gunung Merapi ini.

"Hari ini dievakuasi 94 ekor (sapi perah). Memang prioritas untuk sapi perah dulu untuk hari ini," kata Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman Heru Saptono, Senin (9/11).

Sapi-sapi di Kalitengah Lor diungsikan ke kandang komunal di Padukuhan Singlar Foto: Dok. Istimewa

Heru menuturkan, 94 sapi itu akan menempati kandang komunal di Padukuhan Singlar. Kandang tersebut berjarak 10 kilometer dari puncak Merapi.

"Kandang komunal ini jarak sekitar 10 kilometer dari puncak Merapi," ucap Heru.

Heru menambahkan, selain sapi perah ada sapi potong yang juga harus dievakuasi secara bertahap. Rencananya sapi potong sementara waktu akan dievakuasi ke PT Kepurun Pawana Indonesia (KPI) Klaten.

"Kita negosiasi dengan PT Kepurun Pawana Indonesia Klaten untuk menampung sementara sapi (potong) sembari kita segera selesaikan shelter ternak di balai desa (Glagaharjo)," tutur dia.