Saran Din soal Bipang Ambawang: Jokowi Minta Maaf, Umat Islam Memberi Maaf

12 Mei 2021 8:37
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Saran Din soal Bipang Ambawang: Jokowi Minta Maaf, Umat Islam Memberi Maaf (4560)
zoom-in-whitePerbesar
Muasal Presiden Jokowi pidato menyebut Bipang Ambawang sebagai kuliner Lebaran. Foto: Youtube/Kementerian Perdagangan
ADVERTISEMENT
Pernyataan Presiden Jokowi soal Bipang Ambawang sebagai kuliner Lebaran yang bisa dipesan online juga mencuri perhatian mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin. Menurut Din, untuk menyudahi polemik, sebaiknya Jokowi meminta maaf.
ADVERTISEMENT
Sebaliknya, umat Islam yang merasa tersinggung dengan pernyataan tersebut agar memberi maaf.
"Presiden Joko Widodo meminta maaf dan umat Islam memberi maaf. Ucapan Presiden tersebut memang dirasakan sebagai 'hadiah Lebaran yang pahit', namun bagi umat Islam pesan Ramadhan imsak harus dapat mengalahkan perasaan pahit itu," kata Din dalam pernyataan tertulis, Rabu (12/5)
Din yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu berpesan kepada para pembantu Presiden untuk tidak perlu memberi jawaban apolegetik (mencoba membela).
"Karena tidak dapat diterima akal sehat dan hanya akan menambah ketakpercayaan rakyat," tutur Din.
Saran Din soal Bipang Ambawang: Jokowi Minta Maaf, Umat Islam Memberi Maaf (4561)
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin. Foto: Dok. Din Syamsuddin
Lebih lanjut, kepada pemerintah, Din meminta agar lebih berhati-hati memberi pernyataan terutama yang dapat menyinggung perasaan umat beragama.
Termasuk dalam hal ini, Din menekankan, pemerintah agar arif dan bijaksana dalam menerapkan kebijakan yang berhubungan dengan keberagamaan rakyat seperti SKB Tiga Menteri tentang Seragam Sekolah Negeri yang menghilangkan budaya keagamaan umat namun akhirnya dibatalkan oleh Mahkamah Agung, atau pengaturan mudik yang berdimensi 'festival budaya keagamaan' kuat.
ADVERTISEMENT
"Semuanya harus diterapkan secara berkeadilan. Jangan kerumunan keagamaan dilarang, tapi kerumunan bisnis dan wisata dibolehkan," urai Din.
"Dalam suasana demikian dan dalam rangka Idul Fitri baik kiranya diadakan Silaturahmi Kebangsaan. Tentu syaratnya silaturahmi dimaksud berlangsung dalam 'dialog dialogis', yakni dialog yang bertumpu pada ketulusan, kesetaraan, keterbukaan untuk penyelesaian masalah," pungkas Din.
Pernyataan Jokowi soal babi panggang khas Kalimantan atau Bipang Ambawang yang menjadi sorotan disampaikan pada Hari Bangga Buatan Indonesia yang digelar oleh Kemendag. Bunyinya adalah:
"Sebentar lagi Lebaran. Namun karena masih dalam suasana pandemi, pemerintah melarang mudik untuk keselamatan kita bersama. Nah, untuk Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Yogya, bandeng Semarang, siomay Bandung, pempek Palembang, Bipang Ambawang dari Kalimantan, dan lain-lainnya, tinggal pesan. Dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah."
ADVERTISEMENT
Mendag M Lutfi telah meminta maaf atas kesalahpahaman yang muncul akibat pidato tersebut.
***
Saksikan video menarik di bawah ini:
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020