Sarulla Digadang-gadang Jadi Pusat Energi Panas Bumi Terbesar di Dunia

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla yang terletak di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Sibual-Buali, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, digadang-gadang akan menjadi salah satu PLTP terbesar yang ada di Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan wilayah Sarulla memiliki potensi yangn sangat besar. Saat ini, yang telah beroperasi (commercial of date/COD) mencapai 110 MW dan akan bertambah pada Desember mendatang sebesar 110 MW.
"Harapannya tahun depan menjadi 330 MW. Kalau bisa ditingkatkan sampai maksimal, potensinya bisa dicapai 1000 MW. Kalau terjadi, mungkin Sarulla menjadi salah satu sumber panas bumi kelistrikan terbesar di dunia," kata Jonan di acara Konvensi Panas Bumi Internasional ke-5 di Jakarta Convention Center, Rabu (2/8).
Jonan mengatakan saat ini pemerintah perlu optimalisasi Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai alternatif baru dari sumber daya alam primer seperti batu bara dan minyak bumi yang tak dapat diperbarui.
Dia menargetkan investasi dari berbagai pihak lokal maupun asing senilai 23 miliar dolar AS untuk mendorong kapasitas panas bumi hingga 7.200 MW untuk mengejar target bauran EBT Indonesia sebesar 23 persen pada 2025. Adapun tahun ini baurannya masih berada di angka sekitar 8-9 persen.
"Untuk kelistrikan, bauran yang paling bisa diharapkan itu ya panas bumi. Saat ini pembangkit listrik tenaga panas bumi yang sudah COD itu kurang lebih 1.700 MW. Ini masih kecil sekali dari kapasitas 29.000 MW," kata Jonan.
Jonan berharap kerja sama dengan kementerian atau lembaga terkait khususnya Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian untuk membantu mempermudah regulasi seperti bea masuk dan pajak untuk peningkatan pengelolaan panas bumi.
"Kami juga berharap adanya dukungan dari sektor lain terutama kementerian keuangan dan juga kementerian perindustrian, untuk bisa mengurangi bea masuk atau pajak lain yang digunakan untuk energi baru terbarukan, khususnya geothermal," ujarnya.
Selain itu, energi panas bumi juga diharapkan bisa bersaing dengan sumber listrik dari energi lain seperti batu bara dan minyak bumi.
"Melalui acara tahunan yang kelima kami berharap efisiensi produktifitasnya baik, listrik dari panas bumi itu makin lama makin bisa bersaing dengan energi primer lainnya," katanya.
