Satgas COVID-19 Bali: Kasus Naik tapi Oksigen Cukup Aman
ยทwaktu baca 2 menit

Ketua harian Satgas COVID-19 Bali Dewa Made Indra meminta warga tak panik terkait lonjakan kasus corona dan ketersedian oksigen di Pulau Jawa yang langka. Ia memastikan ketersediaan oksigen di Pulau Dewata cukup aman.
"Ini sudah dibahas pemerintah pusat dan jajaran kesehatan, evaluasi ketersediaan oksigen di Bali masih cukup aman. Yang harus kita lakukan COVID-19 nya harus turun, itu aja," kata dia kepada wartawan, Selasa (6/7).
Ia mengatakan, beberapa pekan belakangan memang kasus corona di Pulau Dewata naik seiring lonjakan kasus corona Indonesia. Hal ini tentu berdampak pada tingkat ketersediaan tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan COVID-19.
"Beberapa hari terakhir karena kasus hariannya meningkat, tekanan kepada RS meningkat," kata Indra.
Satgas COVID-19 Bali, kata dia, telah mengeluarkan surat edaran kepada rumah sakit rujukan untuk menambah tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan.
"Karena itu Dinas Kesehatan sudah membuat edaran kepada direktur rumah sakit untuk menambah lagi ICU dan ruang isolasi," kata dia.
Salah satunya adalah mengubah tempat pelayanan pasien umum menjadi tempat pelayanan COVID-19. Salah satunya adalah di RS Bali Mandara.
"Dulu ruang ICU dan ruang isolasi sudah banyak, tapi karena pasien COVID-19 berkurang, ruang itu kembali digunakan untuk pasien umum. Karena kasus COVID-19 kembali naik, maka itu diminta untuk diubah kembali menjadi ruang ICU dan ruang isolasi untuk penanganan COVID-19," kata dia.
"Termasuk Rumah Sakit Bali Mandara yang dimiliki Provinsi Bali, sekarang sudah mengaktifkan kembali yang dulu ketika situasi COVID-19 turun dipakai ruang perawatan umum, sekarang diaktifkan kembali untuk pasien COVID-19. RS lain juga melakukan hal yang sama," kata dia.
Ketersediaan oksigen yang menipis di sejumlah daerah di Pulau Jawa ternyata berpengaruh terhadap sebagian warga di Pulau Dewata. CEO Sanidata Grup, Andries Trikartono, salah satu distributor alat kesehatan, mengatakan warga di Bali mulai panic buying.
Mereka berbondong-bondong membeli tabung oksigen berukuran 1 meter kubik dengan harga Rp 1,5 juta. Dalam dua hingga tiga hari pada pekan lalu, sebanyak 150 tabung oksigen ludes dibeli warga. Pasokan tabung oksigen di Bali pun sudah berhenti.
"Sejak di Jawa mulai meningkat (permintaan oksigen), mereka (pembeli) mulai kebingungan dan ketakutan (tidak mendapatkan oksigen)," kata dia saat ditemui di Sanidata Grup, Senin (5/7).
Berdasarkan pantauan kumparan, rata-rata harian kasus corona di Bali mulai meningkat pada pekan ketiga Juni 2021. Pada pekan pertama rata-rata kasus harian mencapai 35 orang dengan tingkat kematian 1 orang.
Pada pekan kedua, rata-rata kasus harian di angka 42 orang dengan tingkat kematian 2 orang. Pada pekan ketiga, di angka 90 orang dengan kematian 2 orang. Pada pekan keempat mencapai 197 orang dengan tingkat kematian 2 orang.
Memasuki pekan pertama Juli 2021 atau dalam lima hari ini, rata-rata kasus harian corona di Bali melonjak menjadi 332 orang dengan tingkat kematian 6 orang.
