Satgas COVID-19 soal Varian E484K: Lebih Cepat Menular, Tetap Patuhi Prokes

Satgas COVID-19 memberikan tanggapan terkait varian baru virus corona yakni E484K yang terdeteksi di Nigeria, Inggris, hingga Amerika Serikat. Jubir Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan E484K merupakan mutasi dari varian B117 dan diketahui lebih cepat menular.
"E484K merupakan hasil mutasi dari varian B.1.1.7. E484K yang terjadi pada protein adalah mutasi yang sama seperti yang ditemukan pada varian Afrika Selatan maupun Brazil. Berdasarkan hasil penelitian, varian ini lebih cepat menular," kata Wiku dalam siaran pers virtulal, Kamis (1/4).
Wiku mengatakan tidak ada yang berbeda dalam mencegah penularan varian baru tersebut. Masyarakat harus selalu menaati protokol kesehatan.
"Pemerintah juga terus meningkatkan survailance Whole Genome Sequencing (WGS) untuk memetakan varian COVID yang masuk di Indonesia, sambil juga mempertahankan proses skrining pada saat WNA atau WNI masuk ke Indonesia," tuturnya.
Hingga saat ini, ada dua varian baru SARS- CoV-2 yang telah masuk ke Indonesia. Yakni 7 kasus varian B1117 asal Inggris dan 141 kasus varian N439K asal Skotlandia.
Varian B1117 dikhawatirkan memiliki penyebaran yang lebih tinggi dari COVID-19. Namun, 7 kasus positif varian ini di Indonesia dinyatakan telah sembuh pada 12 Maret 2021.
Sementara varian N439K disebut sebagai mutasi yang umum, sehingga belum menjadi variant of consent (VOC) atau variant of interest (VOI) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
