Satgas COVID: IGD Penuh karena Isoman Tak Terpimpin
·waktu baca 1 menit

Peningkatan kasus corona berimbas penuhnya kapasitas rumah sakit rujukan pasien COVID-19. Apalagi belakangan pasien menumpuk di IGD.
Menurut Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID19 Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K Ginting, penuhnya antrean di IGD disebabkan pada saat diminta untuk isolasi mandiri tak terpimpin.
Maksudnya, pasien tersebut tak melakukan konsultasi intens dengan pihak terkait, misalnya seperti puskesmas. Sehingga ketika gejala semakin parah baru mencari-cari rumah sakit. Ini lah yang menyebabkan terjadinya antrean di rumah sakit.
"Kenapa mereka banyak sekarang antre di UGD kemudian antre di rumah sakit itu semua isolasi mandirinya yang kurang terpimpin kurang konsultasi sehingga mereka sudah 10 hari ke rumah sakit sudah sesak," kata dr Alex dalam diskusi BNPB yang ditayangkan secara virtual, Kamis (15/7).
"Sebenarnya kalau tadinya mereka enggak bergejala sebenarnya ini bisa dipertahankan untuk tidak bergejala," sambungnya.
dr Alex juga menyebut, hal yang memperburuk kondisi pasien corona yakni jika memiliki komorbid. Oleh karena itu, penyakit penyerta ini juga mesti dilakukan penanganan.
"Salah satu lagi adalah komorbid jadi kalau kita positif komorbid kita apa kalau ada hipertensi ada diabetes ini juga harus diobatin sepanjang diabetesnya enggak terkontrol hipertensinya juga tinggi kita positif COVID ini akan memperburuk keadaan oleh karena itu bagaimana yang punya komorbid juga harus dilakukan assemens," kata dia.
