Satgas Jabar soal Catat 309 Pasien COVID-19 Meninggal: Ada Data Terlambat Masuk

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengusung peti jenazah untuk dimakamkan di lahan baru tempat pemakaman umum (TPU) khusus COVID-19, Jombang, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (23/7/2021). Foto: Muhammad Iqbal/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengusung peti jenazah untuk dimakamkan di lahan baru tempat pemakaman umum (TPU) khusus COVID-19, Jombang, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (23/7/2021). Foto: Muhammad Iqbal/Antara Foto

Kasus kematian akibat COVID-19 di RI hari ini, Selasa (27/7), mencapai 2 ribu orang. Bedasarkan data Kementerian Kesehatan, 2.069 orang dinyatakan wafat dalam 24 jam.

Dari 2 ribu pasien COVID-19 yang wafat hari ini, 309 orang di antaranya berasal dari Jawa Barat.

Menanggapi hal itu, Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Jabar, Daud Achmad, mengatakan, ada daerah di Jabar diduga terlambat melaporkan jumlah kematian.

kumparan post embed

Daerah tersebut melaporkan angka kematian mencapai 200 kasus.

"Ada daerah yang hari ini melaporkan angka kematiannya sampai 200-an. Kemungkinan ada keterlambatan pelaporan dari daerah tersebut," kata Daud melalui pesan singkat.

Akan tetapi, Daud tak menyebut daerah yang dimaksud secara rinci. Selain angka kematian, Jabar mencatatkan penambahan angka kasus tertinggi di Indonesia dengan jumlah 8.589.

Di sisi lain, angka kesembuhan di Jabar pun menjadi yang tertinggi dibanding wilayah lainnya dengan angka 9.340.

Sementara wilayah yang mencatatkan angka kematian tertinggi ialah Jawa Tengah dengan angka 417. Lalu, disusul dengan Jawa Timur yang berjumlah 354 kematian.

embed from external kumparan