Satgas PDIP Pemukul Siswa di Medan Minta Maaf: Saya Khilaf
·waktu baca 2 menit

Anggota Satgas Cakra Buana PDIP, Halfian Sembiring Meliala (45), meminta maaf atas insiden pemukulan dan penendangan terhadap seorang siswa SMA, FL, di depan minimarket di Medan.
"Saya mohon maaf, khilaf," ujarnya saat dihadirkan dalam konferensi pers Polrestabes Medan, Sabtu (25/12).
Halfian mengaku sakit hati atas perkataan korban. Menurutnya, korban tak sopan saat meminta memundurkan mobil yang dikendarai Halfian. Mobil Toyota Land Cruiser Prodo hitam tersebut sempat menyenggol motor korban yang terparkir.
"Saya menyenggol sepeda motor. Saya belum mengetahui siapa yang punya, istri dan anak saya lalu turun, masuk (minimarket). Habis itu, saya keluar (dari mobil). Korban berteriak kepada saya 'Kau pinggirkan mobilmu'," jelas Halfian.
Halfian mengaku tak terima dengan perkataan korban. Ia pun secara spontan memukul korban. Aksi Halfian ini pun terekam CCTV minimarket dan viral di media sosial.
"Saya lalu bilang ke beliau, yang sopan sedikit, saya ini orang tua, anak saya lebih dewasa, (kata korban) mobilmu geser, spontanitas saya (memukul dan menendang)," pungkasnya.
Kini Halfian telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dan terancam dipecat sebagai anggota Satgas PDIP. Ia juga terancam hukuman penjara 3,5 tahun.
Oleh polisi, Halfian dijerat Pasal 80 ayat (1) Jo 76 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.
