Satgas PRR Targetkan Hunian Tetap Korban Bencana Sumatera Rampung 1,5 Tahun

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Amran saat memberikan paparan mengenai update penanganan bencana Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Amran saat memberikan paparan mengenai update penanganan bencana Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana Sumatera ditargetkan akan rampung dalam 1 hingga 1,5 tahun ke depan. Pemerintah mengaku memerlukan waktu dalam menyelesaikan pembangunan huntap ini.

“Kita targetkan untuk infrastruktur khususnya huntap itu bisa diselesaikan dalam waktu satu tahun, paling maksimal satu tahun setengah karena butuh waktu ya,” kata Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Amran, dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (6/5).

Amran mengatakan pembangunan huntap berbeda seperti halnya hunian sementara (huntara) yang keperluannya mendesak sehingga harus disegerakan. Menurutnya, pembangunan huntap memerlukan waktu lebih lama untuk menjamin kualitasnya sebagai tempat tinggal permanen.

“Huntap ini memang punya tahapan yang agak panjang ya, karena untuk menjamin kualitas tempat tinggal dan sebagai hunian tetap, tidak bisa langsung kita paksakan untuk tuntas dalam waktu dekat seperti halnya huntara,” ucap Amran.

Oleh karena itu, Amran menekankan, prioritas yang dilakukan dalam pemulihan bencana Sumatera saat ini adalah penyelesaian pembangunan huntara bagi para korban.

“Kita prinsipnya bahwa para pengungsi itu sudah tertampung di huntara. Berproses untuk pindah menetap sesuai dengan data yang telah ditetapkan oleh masing-masing pemerintah daerah untuk menempati huntap,” ujar Amran.

Huntap di Bireun. Foto: Dok. Istimewa

Meski demikian, Amran menyebut pembangunan huntap akan diupayakan rampung secepat mungkin, walaupun tidak bisa singkat.

“Nah, Huntap ini didorong untuk bisa selesai secepatnya, tentunya dalam tahapan kualitas tetap terjaga dan pelaksanaan itu tidak bisa kita selesaikan dalam waktu yang singkat karena tahapan-tahapan untuk menjamin kualitas yang diproses,” tutur Amran.

Adapun hingga 4 Mei 2026, progres pembangunan huntap di tiga provinsi tercatat mencapai 4,2 persen, dengan rincian: 1.661 unit dalam tahap pembangunan dan 248 unit telah selesai. Direncanakan total huntap ada 39.501 unit.

Di Aceh, pembangunan huntap direncanakan sebanyak 29.076 unit. Hingga saat ini, sebanyak 802 unit berada dalam proses pembangunan dan 104 unit telah selesai atau baru sekitar 2,8 persen.

Di Sumatera Utara, dari total rencana 7.601 unit, perkembangan pembangunan mencapai 407 unit dengan 120 unit telah selesai atau setara dengan 5,3 persen.

Lalu di Sumatera Barat, dari rencana 2.824 unit, pembangunan telah mencapai 434 unit dengan 24 unit selesai atau setara dengan 15,36 persen.