Satgassus Polri Pantau Proyek Jalan di Ponorogo Senilai Puluhan Miliar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Satgassus Pencegahan Tipikor Polri pantau proyek peningkatan dan pemeliharaan jalan di Ponorogo. Foto: Satgassus Polri
zoom-in-whitePerbesar
Satgassus Pencegahan Tipikor Polri pantau proyek peningkatan dan pemeliharaan jalan di Ponorogo. Foto: Satgassus Polri

Satgassus Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri memantau proyek peningkatan dan pemeliharaan jalan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Pemantauan ini dilakukan terhadap proyek pemerintah yang dibiayai oleh Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pemantauan tersebut dilakukan pada Senin dan Selasa (27/6). Pemantauan dipimpin oleh eks Raja OTT KPK Harun Al Rasyid bersama dengan eks penyidik KPK Andre Dedy Nainggolan, Panji Prianggoro, Qurotul Aini Mahmudah, Adi Prasetyo, dan Wahyu Ahmat.

Beberapa proyek Infrastruktur yang menjadi sasaran pemantauan, monitoring serta evaluasi yakni:

  • Peningkatan Jalan Badegan-Tulung dengan nilai kontrak Rp 5.493.098.000

  • Peningkatan Jalan Kauman-Carangrejo dengan nilai kontrak Rp 5.898.670.000

  • Peningkatan Jalan Ngambakan-Sampung dan Sampung-Parang dengan nilai kontrak Rp 6.246.092.000

  • Peningkatan Jalan Dengok-Karangan dengan nilai kontrak Rp 5.583.535.000

  • Peningkatan Jalan Sultan Agung dengan nilai kontrak Rp 3.383.974.000

  • Peningkatan Jalan Jaksa Agung-Aloon Aloon Utara dengan nilai kontrak Rp 1.558.944.000

  • Peningkatan Jalan Semanding-Tempuran dengan nilai kontrak Rp 4.700.000.000

  • Peningkatan Jalan Mlarak-Pulung dengan nilai kontrak Rp 7.819.649.000

  • Peningkatan Jalan Pulung-Pudak dengan nilai kontrak Rp 4.164.485.000

Satgassus Pencegahan Tipikor Polri pantau proyek peningkatan dan pemeliharaan jalan di Ponorogo. Foto: Satgassus Polri

Pemantauan tersebut turut didampingi tim dari PT SMI, kemudian Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan jajaran. Turut juga hadir kontraktor yang mengerjakan proyek jalan tersebut.

"Pada beberapa titik ruas jalan, tim menemukan retakan-retakan jalan yang harus diperbaiki oleh kontraktor selama masa pemeliharaan," kata Harun Al Rasyid dalam keterangannya, Selasa (27/6).

"Tim berharap program PEN dapat terserap optimal, bermanfaat dan memberikan nilai tambah bagi pengguna jalan, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Ponorogo," sambung dia.

Adapun proyek peningkatan 9 jalan tersebut dinilai berhasil melancarkan program PEN. Hanya Satu yang realisasinya tidak mencapai 100%, yaitu pada proyek peningkatan Jalan Pulung-Pudak.

"Realisasi hanya mencapai 56,69% karena kontraktor kehabisan modal," kata Harun.

Satgassus Pencegahan Tipikor Polri pantau proyek peningkatan dan pemeliharaan jalan di Ponorogo. Foto: Satgassus Polri

Sementara untuk 8 ruas jalan lainnya, pemanfaatannya tergolong optimal, sebab jalan yang dibangun merupakan jalan yang banyak dilalui sebagai jalur ekonomi serta aktifitas warga.

Harun mengatakan, penugasan khusus dari Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo kepada Satgassus untuk terus menggiatkan kegiatan pengawasan dan monev atas proyek-proyek yang dibiayai dari pinjaman PEN.

Tugas tersebut dimaksudkan agar upaya untuk pemulihan ekonomi nasional yang sempat terpuruk karena COVID-19 bisa segera pulih, perekonomian masyarakat terus melaju cepat dan proyek-proyek yang ada bisa segera dimanfaatkan.