Satpam di Bekasi Paksa Pengendara Copot Bendera Palestina, Digeruduk Massa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan sambil mengibarkan bendera Palestina saat unjuk rasa mendukung rakyat Palestina, di luar Kedutaan Besar AS di Jakarta, Indonesia, Sabtu, 28 Oktober 2023. Foto: AP Photo/Achmad Ibrahim
zoom-in-whitePerbesar
Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan sambil mengibarkan bendera Palestina saat unjuk rasa mendukung rakyat Palestina, di luar Kedutaan Besar AS di Jakarta, Indonesia, Sabtu, 28 Oktober 2023. Foto: AP Photo/Achmad Ibrahim

Beredar video di media sosial memperlihatkan seorang satpam di Bekasi memarahi seorang pengendara yang memasang bendera Palestina saat melintas di area apartemen.

Dalam video yang berdurasi 18 detik tersebut, tampak seorang satpam menghentikan pengendara lalu menegurnya. Pengendara itu lalu tak terima dan menyebut satpam itu memaksanya mencopot bendera palestina.

Video selanjutnya berdurasi 17 detik, tampak sejumlah massa menggeruduk kawasan apartemen tersebut mencari satpam tersebut. Mereka mendesak satpam itu menyampaikan permohonan maaf.

Kasubaghumas Polresta Bekasi Kompol Erna Ruswing membenarkan insiden tersebut. Dia mengatakan, ada kesalahpahaman dalam kasus itu.

"Benar, sudah berakhir damai, tadi hanya salah paham saja," kata Erna kepada kumparan, Kamis (9/11).

Polisi telah mempertemukan satpam dengan massa dan pengendara untuk menyelesaikan kasus itu secara damai.

X post embed

Belakangan diketahui satpam itu bernama Noce warga Jakarta Timur. Dalam pertemuan tersebut, Noce menyampaikan permohonan maafnya.

"Saya Noce menyatakan permohonan maaf terhadap kejadian yang sudah tersebar dan telah melukai umat Islam dan masyarakat. Saya berjanji tak akan mengulangi lagi," ujarnya.