Satu Pelaku yang Masuk Rumah Tokoh NU KH Uye Waro Disebut Rusak Perabotan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KH Uye Waryo, tokoh NU yang rumahnya mengalami penyerangan dan perusakan oleh warga saat ditemui di kediamannya di Kampung Arcamanik, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jumat (21/8/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
KH Uye Waryo, tokoh NU yang rumahnya mengalami penyerangan dan perusakan oleh warga saat ditemui di kediamannya di Kampung Arcamanik, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jumat (21/8/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Tiga orang mendatangi rumah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Uye Waryo di Kampung Arcamanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Selasa (18/8) malam. Kedatangan mereka berujung pada aksi perusakan setelah sebelumnya, KH Uye Waro menegur orang itu karena suara knalpot yang bising.

Saat ditemui di kediamannya, Jumat (21/8), Uye mengatakan ketiga orang tersebut datang menggunakan sepeda motor dan menggeber-geber kendaraan di depan rumahnya.

Saat itu, Uye bersama sejumlah warga sedang berkumpul di rumah sembari menyaksikan pertandingan Persib. Karena suara kendaraan cukup bising, ia kemudian keluar untuk menegur mereka.

"Saya samperin, karena di depan rumah, saya sebagai tuan rumah. Semua orang belum pulang, masih pada ngumpul. Saya ngomong, 'Udah, dah malam, bising, bukan waktunya, waktu istirahat. Udah lah pulang, karena masalah mah udah selesai'," kata Uye.

Namun, teguran tersebut justru membuat salah seorang dari mereka turun dari sepeda motor dan mengikuti Uye hingga masuk ke dalam rumah.

"Dia turun dari motor, dia nguntitin saya terus. Sambil ngomong yang lain-lain, ngada-ngancam segala macam. Saya masuk ke rumah," ujarnya.

Uye mengatakan, Bhabinkamtibmas dan Ketua RW yang berada di sekitar lokasi kemudian berupaya melerai. Namun, orang tersebut tetap memaksa masuk ke rumah.

"Dia ngikut masuk terus memaksa, sesuai dengan yang di video itu. Jadi dia masuk, jangankan minta izin, maksa kayak apa," tutur Uye.

Menurut Uye, dari tiga orang yang datang, seluruhnya sempat berupaya masuk ke rumah. Namun, dua orang berhasil dicegah oleh warga dan aparat yang berada di lokasi.

"Yang semuanya itu tiga orang pengin masuk semuanya, pengin masuk. Cuma ada yang bisa dihalang. Cuma yang satunya sampai ke rumah nendang A B C itu yang satu itu, si Roni," katanya.

Ia menyebut dua orang lainnya juga sempat berupaya masuk dan melakukan tindakan agresif hingga terjadi aksi saling dorong dan tarik.

"Yang duanya juga temannya pengin ngamuk, pengin masuk. Cuma diadang sama RW, sama Bhabinkamtibmas, sama yang lain supaya jangan sampai masuk," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang yang disebut bernama Roni berhasil masuk ke dalam rumah. Uye mengatakan, pelaku kemudian melakukan perusakan terhadap sejumlah barang.

Warga yang diduga melakukan penyerangan dan pengrusakan rumah tokoh NU di Kampung Arcamanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Foto: Dok. Istimewa

"Dia langsung memukul kaca, A B C D lah di sini sampai makanan pun hancur, kursi pun ada yang hancur," tutur Uye.

Uye menyebut sejumlah barang yang rusak di antaranya kaca pintu, meja, kursi, botol, gelas hingga piring.

"Dia memukul kaca pintu dua, kursi dan meja ini juga, makanan yang di sini botol dan gelas piring pun hancur, kursi yang itu juga ditendang," katanya.

Meski rumahnya dirusak, Uye memilih tidak melakukan perlawanan. Ia justru meminta warga yang berada di lokasi untuk tetap menahan diri agar persoalan tidak semakin besar.

"Saya masih melarang anak-anak, 'Jangan, jangan, jangan terjadi'. Padahal anak-anak di sini di atas 20," ucapnya.

Uye juga menduga pelaku berada dalam kondisi mabuk saat kejadian. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi pelaku.

"Kayaknya mah mabuk. Saya enggak tahu lah, cuma kayaknya sih mabuk," katanya.

Situasi kemudian ditangani aparat setelah Bhabinkamtibmas meminta bantuan anggota Polsek yang sedang melakukan patroli. Ketiga orang tersebut akhirnya diamankan dari lokasi.

"Jadi yang memanggil patroli itu bukan saya. Bhabinkamtibmas, karena dia sendiri sudah enggak tahan. Karena tiga orang yang ngamuk, empat sebenarnya orangnya, ada tiga motor di sini juga. Datanglah anggota dari Polsek, diamankan," ujar Uye.