Satu Tahun Kasusnya Belum Terungkap, Novel Baswedan Kecewa pada Jokowi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Novel baswedan dan Saut Situmorang (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Novel baswedan dan Saut Situmorang (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Genap sudah satu tahun penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan terjadi. Novel Baswedan sebagai korban dalam kasus ini pun menyuarakan kekecewaannya pada Presiden Joko Widodo yang menurutnya tak tanggap atas penyelesaian kasusnya.

Ia menilai bahwa pengungkapan kasusnya bisa dilakukan lebih cepat bila Jokowi mau membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Namun kemudian Jokowi masih belum memutuskan hal itu karena masih menunggu laporan perkembangan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Kalau terkait dengan apa yang disampaikan beliau, sekarang ini bahwa menunggu, saya enggak tahu apakah isyaratnya angkat tangan begitu. Saya kira kita bisa lihat beberapa kasus yang lain juga enggak terungkap, penjelasan kepada saya sebelumnya juga enggak terungkap," kata Novel di gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/4).

Ia menilai pengungkapan kasus ini harus didukung oleh sejumlah pihak. Sebab hal ini dinilai terkait dengan upaya pemberantasan korupsi secara keseluruhan. Namun tidak adanya perkembangan yang signifikan membuatnya kecewa terhadap Jokowi.

"Bapak Presiden juga harusnya mendukung hal itu. Saya mengharapkan itu, itu yang menjadi kekecewaan saya," ujar Novel.

Novel yang ditemui usai menghadiri acara internal pemutaran film bersama wadah pegawai KPK itu, mengatakan bahwa hal yang dimintanya tersebut bukanlah keinginan pribadinya. Menurutnya, jika kasusnya dibiarkan terbengkalai, nantinya akan makin banyak ancaman lain yang bermunculan terhadap pegawai KPK.

Makin banyaknya ancaman kepada pegawai KPK, lanjut Novel, nantinya dapat pula berdampak pada keberanian pegawai KPK dalam mengungkap sebuah kasus korupsi.

Ia berharap bahwa Jokowi nantinya mau untuk membentuk TGPF. "Saya berharap bapak presiden mau untuk mengetahui fakta yang sebenarnya. Fakta itu bisa diketahui dengan penelusuran tim gabungan pencari fakta," ucap Novel.