Satu Warga Kabupaten Sigi Meninggal Dunia usai Gempa 6,7 Magnitudo di Palu
·waktu baca 3 menit

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut satu warga dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Sigi usai gempa berkekuatan 6,7 magnitudo landa Palu dan sejumlah daerah di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6).
"Berdasarkan laporan yang dihimpun hingga pukul 19.00 WIB, satu warga dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Sigi," ucap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari kepada wartawan, Selasa (16/6).
Selain satu korban meninggal dunia, Abdul mengatakan sebanyak 312 orang dari 110 kartu keluarga terdampak gempa tersebut.
"Sebanyak 25 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat," ucap Abdul.
Adapun Kabupatem Sigi dinilai BNPB sebagai daerah dengan dampak paling signifikan.
"Di daerah tersebut tercatat sekitar 89 KK atau 272 jiwa terdampak. Selain itu, 22 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat," tutur Abdul.
"Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong mencatat sekitar 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga mengalami luka dan masih dalam pendataan lebih lanjut," tambahnya.
Abdul juga menjelaskan, ada 67 unit rumah yang terdampak dari gempa itu.
"Dari jumlah tersebut, 26 unit rumah mengalami rusak ringan, enam unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat," tambahnya.
"Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi penghubung Palu–Sigi–Poso yang mengalami amblas," lanjut dia.
Kerusakan, jelas Abdul, terasa paling banyak di Kabupaten Sigi. Di sana, sebanyak 47 rumah terdampak dengan 23 di antaranya rusak ringan, 6 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.
"Di wilayah ini juga tercatat enam fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran terdampak, satu jembatan terdampak, serta satu unit UMKM mengalami kerusakan," ucap Abdul.
"Sementara itu, di Kabupaten Poso tercatat lima unit rumah terdampak dan tiga rumah rusak ringan. Kabupaten Parigi Moutong melaporkan sekitar 15 unit rumah terdampak. Adapun di Kota Palu, keretakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III, satu fasilitas umum terdampak, satu hotel mengalami kerusakan, serta satu tempat usaha terdampak. Pendataan di Kabupaten Donggala masih terus dilakukan," lanjutnya.
Kini, BNPB masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, terutama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masing-masing.
"Aktivitas gempa susulan masih terus terjadi hingga sore hari. BNPB bersama BMKG dan pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta BMKG," ucap Abdul.
"BNPB akan terus melakukan pemantauan dan menyampaikan perkembangan penanganan dampak gempa bumi di Sulawesi Tengah secara berkala seiring berlangsungnya proses pendataan dan penanganan di lapangan," tandasnya.
