Saudi Serang Sana'a, Yaman, 33 Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi serangan di Sana'a Yaman  Foto: Osama ABDULRAHMAN / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi serangan di Sana'a Yaman Foto: Osama ABDULRAHMAN / AFP

Arab Saudi menyerang Sana'a, Yaman. Houthi menyebut serangan itu menewaskan 33 orang, di antaranya perempuan dan anak-anak.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Houthi, Anees Alasbahi, di X menyatakan jumlah korban tewas akibat serangan koalisi pimpinan Arab Saudi di Desa Al-Shariya, yang terletak di sebelah timur ibu kota Yaman, Sana'a, telah mencapai 33 orang, sementara 39 lainnya mengalami luka-luka.

Kantor berita Houthi, Saba, melaporkan pada hari Sabtu, upaya evakuasi korban dari reruntuhan masih terus berlangsung.

"Pesawat tempur menyasar petugas medis dengan dua kali serangan," demikian laporan itu, dikutip dari AFP.

"Berdasarkan data yang hampir final, korban tewas terdiri dari 12 pria, delapan wanita, dan 13 anak-anak, sementara korban luka mencakup 16 pria, 10 wanita, dan 13 anak-anak," ujar Alasbahi.

Saluran televisi Al-Masirah, yang berafiliasi dengan kelompok yang didukung Iran tersebut, menayangkan rekaman yang diklaim diambil di Al-Shariya.

Rekaman itu memperlihatkan kepulan asap dari lokasi serangan, tumpukan puing, serta para korban luka yang berada di rumah sakit.

Arab Saudi, yang terlibat dalam konflik di Yaman untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional, belum memberikan komentar terkait laporan tersebut.

PBB melaporkan lebih dari 1.600 orang tewas dan lebih dari 300.000 lainnya mengungsi sejak pertempuran kembali pecah di Yaman.

Serangan ke Saudi

Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (7/11), koalisi pimpinan Arab Saudi menyebutkan mereka telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal milik Houthi yang diluncurkan ke arah provinsi Riyadh.

Sementara itu, pihak Houthi menyatakan telah melancarkan serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menyasar pasukan serta infrastruktur Arab Saudi, baik di wilayah kerajaan tersebut maupun di Yaman.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, melalui unggahan di X, menyebutkan enam operasi telah dilancarkan dengan target fasilitas minyak Aramco, Bandara Riyadh, dan posisi militer Arab Saudi di kedua sisi perbatasan.