Saudi Tutup Bandara Riyadh hingga 17 Oktober usai Serangan Houthi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rekaman pengawasan menunjukkan asap dan api pada saat serangan di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (10/10/2026). Foto: Saudi Ministry of Media/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Rekaman pengawasan menunjukkan asap dan api pada saat serangan di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (10/10/2026). Foto: Saudi Ministry of Media/Handout via REUTERS

Serangan kelompok Houthi Yaman ke Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, membuat operasional di bandara tersebut ditangguhkan. Berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM), bandara tersebut ditutup hingga 17 Oktober 2026.

Dikutip dari Reuters, Bandara Riyadh telah ditutup sejak serangan pada Sabtu (9/10). Dalam serangan itu sebanyak 13 orang tewas dan lebih dari 300 orang lainnya luka-luka.

Serangan Houthi pada hari itu merupakan serangan paling mematikan di Arab Saudi dalam satu dekade terakhir.

Akibat serangan tersebut sejumlah maskapai juga membatalkan penerbangan mereka ke Saudi maupun negara tetangga lainnya.

Berikut adalah daftar maskapai yang membatalkan penerbangan:

  • Lufthansa

Maskapai yang dimiliki oleh grup asal Jerman ini telah membatalkan semua penerbangan ke Riyadh hingga 16 Oktober.

  • Air France-KLM

Grup gabungan Prancis-Belanda ini telah memperpanjang penangguhan layanan ke dan dari ibu kota Arab Saudi yang sebelumnya diberlakukan, hingga akhir bulan.

  • Etihad Airways

Grup yang berbasis di Abu Dhabi ini menangguhkan semua penerbangan ke Arab Saudi hingga 13 Oktober.

  • Indigo

Maskapai penerbangan terbesar di India ini memperpanjang pembatalan penerbangan pada rute menuju Riyadh dan Dammam hingga 15 Oktober.

  • Philippine Airlines

Maskapai penerbangan komersial pertama di Asia ini memperpanjang penangguhan penerbangan ke dan dari Riyadh hingga 29 November.

  • Air India

Maskapai penerbangan terbesar kedua di India ini telah memperpanjang penangguhan penerbangan ke dan dari Riyadh hingga 15 Oktober.

  • Akasa Air

Maskapai berbiaya hemat yang berbasis di Mumbai ini telah menangguhkan penerbangan ke Jeddah dan Riyadh hingga 13 Oktober.

  • Gulf Air

Maskapai nasional Bahrain ini membatalkan penerbangan ke dan dari Riyadh mulai 12 Oktober hingga 17 Oktober.

  • Cathay Pacific

Maskapai nasional Hong Kong ini menunda dimulainya kembali rute Hong Kong–Dubai dan Hong Kong–Riyadh hingga 31 Januari 2027.

  • Delta

Maskapai penerbangan Amerika ini menyatakan pada hari Senin bahwa mereka akan menunda rencana penerbangan dari Atlanta ke Riyadh hingga Maret 2027.