SBY Patahkan Mitos, Demokrat-PDIP Berkoalisi di 2 Provinsi

Politik memungkinkan dua sikap atau tokoh yang berseberangan, bertemu dalam satu kepentingan. Hal itu dibuktikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (Demokrat) dan Megawati Soekarnoputri (PDIP)--dua tokoh yang dikenal berseberangan--, saat harus berkoalisi di Pilkada serentak.
Ada dua provinsi yang Demokrat dan PDIP sepakat berkoalisi, yaitu Pilgub Kalimantan Barat mengusung Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot, dan Pilgub Jawa Tengah mengusung Ganjar Pranowo-Taj Yasin. Di Jateng, PDIP punya 31 kursi, Demokrat 9 kursi. Sementara di Kalbar PDIP punya 14 kursi, Demokrat 13 kursi.
SBY dalam pengumuman cagub-cawagub yang akan berlaga di 17 provinsi sore ini, menyebut Demokrat terbuka berkoalisi dengan partai politik manapun, termasuk PDIP.
"Ada mitos kalau partai ini enggak mungkin koalisi dengan partai itu, Demokrat tidak. Kami punya doktrin, kebijakan, Demokrat siap berkoalisi dengan partai manapun," ucap SBY di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/1).

SBY menyebut keputusan menentukan cagub-cawagub Demokrat ada di bawah komandonya langsung, setelah setidaknya menggelar 3 kali rapat pleno pada Oktober, November, Desember, termasuk beberapa kali rapat terbatas.
"Pengambilan keputusan saya ambil sebagai Ketua MPP dan ketua umum, tapi memperhatikan diskusi dengan majelis tinggi dan usulan daerah," tuturnya.
SBY mengklaim cagub-cawagub yang diusung tidak memiliki masalah hukum dan memenuhi 4 kriteria yaitu mempunyai integritas, kemampuan untuk memimpin, elektabilitas dan penuhi syarat dukungan parpol.
"Saya bertanggung jawab atas keputusan yang kami ambil," tegas SBY.

