SDN 1 Pondok Cina Akan Direlokasi, Pemkot Depok Bantah Telantarkan Siswa

Pemerintah Kota Depok membantah telah melakukan penelantaran terhadap siswa-siswi yang bersekolah di SDN 1 Pondok Cina.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Wahid Suryon, mengatakan pihaknya telah menyediakan lokasi alternatif untuk para siswa. Tempat tersebut berada di SDN Pondok Cina 3 dan 5.
"Jadi Pemerintah Kota Depok tidak menelantarkan SDN Pondok Cina 1, terbukti apa, lebih banyak [siswa] yang sudah pindah. Nah, tentu proses-proses ini sudah berjalan sehingga ini bagian dari tahapan peralihan untuk peruntukan yang bukan sekolah ini tetap dilaksanakan," katanya, Minggu (11/12).
Wahid juga mengatakan tidak ada penghapusan SDN Pondok Cina. Sekolah tersebut, lanjut dia, tetap ada namun kegiatan belajar mengajarnya dipindahkan ke tempat lain. Sehingga, siswa yang nantinya lulus akan tetap mendapat ijazah atas nama SDN Pondok Cina 1.
Sementara bagi wali murid yang tidak ingin anaknya pindah ke SD Pocin 3 dan 5, Wahid mengaku Pemkot Depok siap memfasilitasi keinginan orang tua murid agar anaknya bisa bersekolah di mana.
"Kita kemarin juga fasilitasi anak-anak tetap bisa ujian, kita tetap beri kesempatan kepada mereka sehingga nanti selesai semester tetap ada nilai rapot. Kita tidak hilangkan hak itu, hanya memang kegiatan belajar mengajar sudah tidak di sini karena memang lahannya sudah peruntukannya bukan untuk pendidikan. Karena bagaimanapun kebijakan ini tidak bisa memuaskan semua pihak," kata Wahid.
"Jadi bukan kita menelantarkan siswa, kita tetap memberikan layanan," pungkasnya.
Sementara itu, Francine Widjojo dari Lembaga Bantuan Hukum yang mendampingi para orang tua murid menyampaikan keinginan para walid murid. Mereka ingin mendapat lokasi sekolah yang sarana dan prasarananya memadai.
Orang tua murid, lanjut Francine, menyebut pemindahan proses belajar mengajar SDN Pocin 3 dan tak efektif. Sebab, sarana dan prasarana masih kurang memadai.
"Tolong kalau mau dipindahkan tempatnya dipersiapkan dulu. Sarpras dan kelengkapan dan juga kelasnya mencukupi," katanya.
"Dan tempat yang disediakan itu adalah tempat yang menaungi seluruh anak murid yang ada di SD ini agar tidak terpecah-pecah agar tidak terjadi adaptasi baru perundungan mungkin di sekolah lain. Karena kami menerima informasi dari orang tua murid ada perundungan karena pindah ke sekolah yang berbeda," sambungnya
