Seaman Apa Rotterdam, Kota di Belanda Tempat WNI Diperkosa?

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemandangan kota Rotterdam (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan kota Rotterdam (Foto: Thinkstock)

Seorang mahasiswi asal Indonesia menjadi korban pemerkosaan di Rotterdam, Belanda. Peristiwa itu menjadi sorotan, pasalnya kota-kota di Eropa Barat memiliki citra sebagai tempat yang aman bagi wisatawan atau pendatang.

Amrullah Rafioedin, warga negara Indonesia yang tinggal di Ridderkerk, sekitar 10 menit berkendara dari Rotterdam, menyebutkan secara umum kota-kota di negeri kincir angin itu lebih aman ketimbang kota besar di tanah air. Kejahatan jalanan tidak terjadi setiap hari di Belanda.

Untuk menggambarkan seaman apa Belanda, Amrullah bercerita, pengalamannya melihat ada pencopetan di sana. Jika dibandingkan dengan Indonesia, tindakan polisinya agak berlebihan.

"Waktu itu sampai 10 polisi datang," kata Amrullah kepada kumparan, Rabu (25/7).

Selain itu, disebut Amrullah, polisi sering terlihat lalu lalang untuk mengawasi perilaku warga agar tidak melanggar aturan. Dia bahkan tidak menyarankan warga Indonesia yang baru datang ke Belanda tidak sembarangan menyeberang dan merokok.

"Belanda itu negara yang di mana orang harus taat peraturan," sebut Amrullah.

instagram embed

Hanya saja, Menurut Amrullah, di kota besar seperti Rotterdam sebaiknya para pendatang tidak jalan seorang diri pada malam hari, walaupun kejahatan jalanan pada malam hari jarang terjadi. Serupa kota besar di Indonesia, ada banyak orang dari berbagai kalangan dan latar belakang ada di Rotterdam.

"Tapi lebih aman daripada Jakarta kok. Ada banyak CCTV. Sebenarnya tidak terlalu rawan. Cuma kota besar kan ya, jadi segala jenis orang pasti ada di sini," kata Amrullah.

Jika dibandingkan dengan Jakarta, keamanan kota-kota besar di Belanda memang jauh lebih aman. Berdasarkan Safe Cities Index 2017 yang dikeluarkan The Economist, Jakarta ada di peringkat 57 dari 60 kota. Sedangkan kota di Belanda yang masuk dalam pemeringkatan tersebut, Amsterdam, ada di peringkat 6.

Amsterdam yang menjadi kota paling aman di dunia nomor 6 versi The Economist, saja masih dianggap kota paling tinggi tingkat kriminalitasnya di Belanda. Menurut tingkat kriminalitas tahunan yang dikeluarkan AD, surat kabar Belanda, Rotterdam merupakan kota paling tidak aman nomor tiga setelah Amsterdam dan Eindhoven.

Rotterdam, Belanda (Foto: Dok. Amrullah Rafioeddin)
zoom-in-whitePerbesar
Rotterdam, Belanda (Foto: Dok. Amrullah Rafioeddin)

Senada dengan Amrullah, Ketua Departemen Kajian, Advokasi, dan Pengabdian Masyarakat Persatuan Pelajar Indonesia di Belanda (PPI Belanda) Ariehta Eleison Sembiring juga menyebutkan, secara umum keadaan Rotterdam terbilang aman.

Kandidat doktor dari Tilburg University ini menuturkan, kesan aman memang sangat terasa di Rotterdam. Bahkan, banyak mahasiswa yang biasa pulang sendiri dari kampus ke rumah jelang tengah malam.

"Saya sendiri biasa pulang dari perpustakaan setelah tutup, jam 00.00," ujarnya.

Menurutnya, dalam perjalanannya pulang pada tengah malam, masih banyak orang yang lalu lalang. Polisi juga masih berpatroli pada tengah malam.

Rotterdam, Belanda (Foto: Dok. Amrullah Rafioeddin)
zoom-in-whitePerbesar
Rotterdam, Belanda (Foto: Dok. Amrullah Rafioeddin)

Mengenai terjadinya pemerkosaan seorang mahasiswi asal Indonesia di Rotterdam, Ariehta menduga kejadian itu berlangsung saat keadaan masih sepi. 05.00 waktu Belanda menurutnya masih gelap dan belum banyak orang di jalan.

Namun, dia yakin, peristiwa serupa tidak akan terjadi lagi. Selain mahasiswa asal Indonesia sudah diimbau untuk lebih berhat-hati, polisi Belanda juga tampak sangat serius memburu pemerkosa tersebut.

"Di sini, biasanya pelaku kriminal tidak lama tertangkap. Apalagi ini saya baca sudah ada 20 detektif yang diterjunkan," sebutnya.

Ariehta juga meminta warga Indonesia tidak takut berkunjung atau belajar ke Belanda. "Datang saja belajar ke sini, aman kok di sini,"tukasnya.