Sebelum Ambruk, Bocah Korban Penusukan di Cimahi Sempat Berjalan Minta Tolong

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lokasi Putri Shakila (12) korban penusukan di Cimahi, ambruk.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi Putri Shakila (12) korban penusukan di Cimahi, ambruk. Foto: Dok. Istimewa

CCTV di Jalan Mukodar Tengah, Cibereum, Kota Cimahi, Jabar, sempat merekam sosok Putri Shakila (12) berjalan setelah ditusuk oleh orang tak dikenal (OTK), Rabu (19/10) malam lalu.

Informasi yang dihimpun, korban berjalan gontai sembari menenteng kerudungnya untuk meminta pertolongan. Diduga karena kehabisan darah, korban ambruk di ujung Jalan Mukodar Tengah 1.

Asep Wahyudin, santri Pondok Pesantren Cibeureum Kidul, menceritakan saat dirinya mendapat informasi dari warga terkait penemuan korban yang ambruk di Jalan Mukodar Tengah 1. Warga yang memberitahu Asep awalnya menduga korban merupakan murid pesantren tersebut.

"Itu, kan, banyak pengendara motor yang lewat, disangkanya itu murid pesantren (Cibeureum Kidul). Alhasil pada ngadunya ke pesantren, di situ kebetulan ada saya lagi di madrasah," ujar Asep kepada kumparan, Jumat (21/10).

Setelah sampai lokasi, Asep mengira Putri korban tabrak lari. Namun setelah dicermati, Asep merasa janggal karena wajah Putri yang pucat sembari memegang perut dan punggungnya.

"Kalau ketabrak enggak akan sampai pucat gini mukanya, sampe putih. Dia kelihatan megangin perut sama punggung. Terus ada yang bilang kalau korban ditusuk sama yang naik motor," ujar Asep.

Rekaman CCTV saat Putri Shakila (12), korban penusukan di Cimahi meminta pertolongan warga. Foto: Dok. Istimewa

Melihat korban tak sadarkan diri, Asep pun meminjam mobil pesantren untuk mengevakuasi korban ke klinik terdekat.

"Karena awalnya dikira murid pesantren Cibeureum Kidul, kita sebelumnya belum tahu dia murid mana," ucap Asep.

Kesaksian Enin

Sementara itu, Enin, guru Madrasah Diniyah Lembaga Pendidikan Agama Islam (LPAI) At-Taqwa, mendapat kabar dari salah satu wali murid terkait penemuan korban yang tengah ambruk. Enin sempat menyangka korban adalah salah satu muridnya.

"Tiba-tiba ada orang tua murid yang nyamperin saya ngajar di situ. Katanya bilang, 'Bu, tolong ada anak muridnya lagi pingsan'. Terus saya nyamperin saja, ternyata bukan anak murid di Madrasah Diniyah saya tempat saya mengajar," ucap Enin.

Enin pun lalu menghubungi staf Madrasah Diniyah LPAI At-Taqwa dan mendapat konfirmasi bahwa korban bukan murid madrasah tersebut, melainkan murid ngaji dari Masjid At-Taqwa.

Korban langsung dievakuasi menggunakan mobil milik pesantren Cibeureum Kidul ke Klinik Denanti. Namun di sana tidak memiliki peralatan yang cukup sehingga korban dirujuk ke Rumah Sakit Rajawali.

"Karena di Denanti tidak ada alat-alat, langsung ke Rajawali. Di Rajawali itu dinyatakan sudah meninggal," kata Enin.

Gubernur Jabar mengirimkan bunga dukacita atas kematian Putri Shakila di Cimahi. Foto: Arif Syamsul Ma'arif/kumparan

Putri merupakan pelajar SD kelas 6. Dia menjadi korban penusukan saat sedang berjalan menuju rumahnya sepulang mengaji di Masjid At-Taqwa, Rabu (19/10), selepas isya.

Rekaman CCTV menunjukkan ada pria pemotor yang memarkir kendaraannya di gang lalu dia berjalan berhati-hati mengarah ke gang tempat Putri berbelok beberapa detik sebelumnya.

Polisi sedang mendalami apakah pemotor tersebut pelaku pembunuhan Putri.