Sebelum Hilang Kontak, Kapal Selam KRI Nanggala Ikut Latihan Peluncuran Torpedo

Kapal Selam milik TNI AL KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan Bali, Rabu (21/4) pagi. Kabar tenggelamnya satu dari lima kapal selam milik TNI AL itu pun langsung dibenarkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
Sebelum dikabarkan hilang kontak, KRI Nanggala-402 turut serta dalam latihan penembakan senjata strategis TNI AL yang disiapkan oleh Koarmada II yang berbasis di Surabaya.
Dikutip dari laman Koarmada II TNI AL, Panglima Koarmada II, Laksda TNI I N.G. Sudihartawan sudah menggelar apel Gelar Kesiapan Pasukan di Dermaga Ujung Mako Koarmada II, Selasa (20/4).
Dalam pelaksanaan inti latihan penembakan kali ini ada tiga KRI yang memainkan peran utama. KRI Nanggala-402 akan melaksanakan penembakan torpedo SUT (Surface and Underwater Target).
--Panglima Koarmada II Laksda TNI I N.G. Sudihartawan
"Untuk kepala latihan dan kepala perang yakni KRI Hiu-634 dan KRI Layang-635 yang akan melaksanakan penembakan rudal C-802 di Laut Bali. Namun sejumlah KRI, pesawat udara, dan helikopter juga ikut terlibat," tambah Sudihartawan.
Persiapan peluncuran senjata strategis TNI AL memang sudah cukup lama. Sudihartawan bahkan sudah memantau langsung kesiapan pasukan dari KRI I Gusti Ngurah Rai pada Selasa (20/4).
"Dengan bermarkas sementara di KRI GNR-332, Pangkoarmada II memonitor langsung pergerakan seluruh unsur gugus tugas penembakan senjata strategis TNI AL yang akan dilaksanakan di perairan Laut Bali pada minggu ini," tutur dia.
KRI Nanggala-402 merupakan salah satu kapal selam yang dioperasikan TNI AL. Kapal ini merupakan kapal selam buatan Jerman pada 1979 lalu.
Kapal jenis tersebut adalah kapal yang cukup tua buatan industri Howaldt Deutsche Werke (HDW), Kiel, Jerman Barat.
