Sebenarnya, Holocaust Memorial di Berlin Itu Tempat Apa, Sih?

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Berlin Holocaust Memorial. (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Berlin Holocaust Memorial. (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)

Syahrini baru-baru ini menghebohkan kembali para warganet dengan foto di akun Instragramnya. Ia berpose di atas Holocaust Memorial di Berlin, Jerman, seolah-olah tidak peduli di mana ia sedang berdiri. Tingkahnya inipun mendapat kecaman dari para warganet yang menganggap Syahrini tidak menghormati para korban pembunuhan di perang dunia kedua. Tempat apakah sebenarnya Holocaust Memorial ini? Untuk itu kumparan (kumparan.com) merangkum informasi mengenai tempat tersebut.

Holocaust Memorial dalam bahasa Jerman disebut Denkmal für die ermordeten Juden Europas atau tempat peringatan untuk orang-orang Yahudi yang terbunuh di Eropa. Tempat ini terletak di pusat kota Berlin di dekat monumen terkenal Gerbang Brandenburger. Holocaust memorial selesai dibangun pada 2004 dan dibuka untuk umum pada 2005. Desainernya adalah seorang arsitek dari AS bernama Peter Eisenman.

Berlin Holocaust Memorial. (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Berlin Holocaust Memorial. (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)

Tempat ini tidak bisa dikatakan cantik, seperti yang Syahrini bilang dalam akun Instagramnya. Holocaust Memorial terdiri dari 2711 blok beton yang berbaris rapi membentuk square. Blok beton ini berwarna abu-abu dengan ketinggian yang berbeda di atas tanah yang memiliki ketinggian berbeda pula. Kita bisa berjalan di antara blok-blok ini dan juga memasuki museum yang ada di bawah tanah secara gratis di mana kita bisa memahami lebih lanjut bagaimana proses pembunuhan kaum Yahudi oleh Nazi di seluruh Eropa.

Ada sekitar 6 juta orang Yahudi yang dibunuh oleh Nazi pada perang dunia kedua. Selain itu, korban terbunuh lainnya adalah tahanan perang Soviet yang mencapai 3 juta orang, rakyat Polandia sebanyak 1.8 juta, orang cacat sebanyak 250 ribu, saksi Yehovah mencapai 1900 orang, dan sebanyak 70 ribu homoseksual.

Tempat ini tidak seharusnya menjadi bahan becandaan atau lokasi berpose-pose cantik. kumparan melihat ada peringatan tertulis di atas plat logam di sekitaran memorial bahwa pengunjung harus menghormati tempat tersebut termasuk dilarang memanjat blok beton, dilarang berdiri di atasnya, atau melompat dari satu blok ke blok yang lainnya. Dalam pengamatan kumparan, para penjaga akan menegur pengunjung bandel yang berdiri di atas blok beton tersebut. Namun sayangnya, ketika para penjaga tidak ada, masih ada saja yang nekat naik ke atasnya.

Berlin Holocaust Memorial. (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Berlin Holocaust Memorial. (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)

Meskipun tempat ini bukanlah tempat di mana para Yahudi dibunuh, tapi tempat ini merupakan tempat di mana kita harus merefleksikan kejahatan-kejahatan yang terjadi di masa lalu dan yang masih terus berlanjut sampai sekarang.

Eisenman sendiri ketika mendesain Holocaust Memorial tidak pernah secara jelas menjelaskan apa arti dibalik desainnya. Ia membiarkan para pengunjung untuk menginterpretasikan sendiri dan mengalami perasaan para Yahudi ketika ada di tempat ini.

Meskipun tidak ada interpretasi resmi, masyarakat umum di Berlin memahami bahwa blok beton abu-abu tersebut melambangkan batu nisan. Ketinggian yang berbeda-beda mengartikan korban pembunuhan yang beragam mulai dari anak-anak sampai orang tua. Ketika kita berjalan di antara blok-blok beton tersebut, kita tiba-tiba akan merasa sendiri, sedih, gelap, depresi, bingung, tidak aman, dan takut akan apa yang akan kita hadapi di belokkan selanjutnya. Perasaan ini jugalah yang dialami kaum Yahudi pada saat Nazi berkuasa. Mereka tidak pernah tahu apa yang akan mereka hadapi di esok hari, mungkin mereka masih hidup, atau mungkin mereka telah dibunuh.

Berlin Holocaust Memorial. (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Berlin Holocaust Memorial. (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)

Di museum bawah tanah, pengunjung bisa lebih memahami apa yang terjadi saat itu. Ada kesaksian dari orang-orang yang selamat, ada juga surat-surat terakhir yang dikirimkan oleh para korban untuk keluarganya. Contohnya surat dari seorang anak kepada ayahnya berikut:

Dear Father! I am saying goodbye to you before I die. We would so love to live, but they won’t let us and we will die. I am so scared of this death, because the small children are thrown alive into the pit. Goodbye forever. I kiss you tenderly.

Love J.

Halo Ayah! Aku mengucapkan selamat tinggal untukmu sebelum aku mati. Kita sangat ingin untuk bisa tetap hidup, tapi mereka tidak akan membiarkan kita hidup dan kita akan mati. Aku sangat takut akan kematian ini, karena anak-anak kecil dilempar hidup-hidup ke dalam lubang. Selamat tinggal selamanya. Aku menciummu dengan lembut.

Cinta J.

Jadi apakah pantas berpose cantik di atas memori kesedihan?