Seberapa Kuat Militer Arab Saudi Untuk Hadapi Houthi?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasukan keamanan Arab Saudi mengikuti parade militer di Makkah, Kamis (21/5/2026), menjelang pelaksanaan ibadah haji tahunan. Foto: Zain Jaafar/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pasukan keamanan Arab Saudi mengikuti parade militer di Makkah, Kamis (21/5/2026), menjelang pelaksanaan ibadah haji tahunan. Foto: Zain Jaafar/AFP

Kerajaan Arab Saudi tengah menghadapi tantangan nyata dari kelompok Houthi di Yaman. Beberapa kali negara ini menerima serangan dari Houthi, termasuk sejumlah serangan di bandara, seperti di King Khalid Riyadh yang menewaskan 12 orang.

Serangan di bandara ini akhirnya menimbulkan pertanyaan, seberapa kuat pertahanan udara Saudi, sehingga mereka bisa 'kecolongan'.

Dirangkum dari berbagai sumber, seperti lembaga riset SIPRI yang mendata kekuatan serta anggaran militer negara-negara dunia, Saudi sebenarnya bukan negara yang lemah. Saudi bahkan bisa dibilang sebagai negara dengan anggaran terbesar di kawasan.

Data SIPRI mencatat, anggara mereka pada 2025 mencapai USD 83,2 miliar. Naik 1,4% dari 2024, dan menjadi negara dengan anggaran militer terbesar ke delapan di dunia.

Pasukan keamanan Arab Saudi mengikuti parade militer di Makkah, Kamis (21/5/2026), menjelang pelaksanaan ibadah haji tahunan. Foto: Zain Jaafar/AFP

Sementara data dari Otoritas Umum untuk Industri Militer Saudi (GAMI) mencatat, Saudi menggelontorkan USD 78 miliar, atau 21% dari belanja pemerintah dan 7,1% dari PDB.

Lalu, mereka punya target belanja militer sebesar 50% pada 2030.

Peta Arab Saudi dan Yaman. Foto: Diolah dengan ChatGPT

Belanja Senjata

Dengan anggaran tersebut, Saudi telah menganggarkan belanja senjata pada tahun ini. Berikut rinciannya:

  • 30 Januari 2026: persetujuan 730 rudal PAC-3 MSE senilai sekitar US$ 9 miliar.

  • 3 Februari 2026: paket dukungan armada F-15 senilai sekitar US$ 3 miliar.

  • Persetujuan lain senilai US$5,75 miliar, yakni kit JDAM-ER (bom) senilai US$ 5 miliar dan 60 mesin tank AGT-1500 US$ 750 juta.

  • Pada Juli 2025, Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi meresmikan unit Sistem Pertahanan Area Ketinggian Tinggi Fase Terminal (THAAD) pertama mereka. Sistem ini dilengkapi dengan radar, yang pada perang Iran awal Maret lalu, rusak akibat serangan di Pangkalan Udara Prince Sultan. Rudal ini dibeli dari AS, dengan nilai kontrak US$ 15 miliar.

Kekuatan Militer Arab Saudi

Dengan jumlah anggaran yang besar, Saudi bisa disebut sebagai negara paling kuat di kawasan. Mereka punya angkatan perang dengan sekitar 257.000 personel militer aktif, termasuk anggota Garda Nasional Saudi. Angka tersebut dibagi menjadi 5 angkatan perang yakni: Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Pertahanan Udara, Pasukan Rudal Strategis, serta Garda Nasional.

Pasukan keamanan Arab Saudi mengikuti parade militer di Makkah, Kamis (21/5/2026), menjelang pelaksanaan ibadah haji tahunan. Foto: Zain Jaafar/AFP

Angkatan Darat Kerajaan Saudi diperkirakan memiliki 75.000 personel. Sementara itu, Angkatan Laut Kerajaan Saudi memiliki sekitar 13.500 personel dan Angkatan Udara Kerajaan Saudi sekitar 20.000 personel.

Angkatan Pertahanan Udara diperkirakan diperkuat 16.000 personel. Adapun Pasukan Rudal Strategis memiliki sekitar 2.500 personel.

Di luar komponen tersebut, Garda Nasional Saudi diperkirakan memiliki sekitar 130.000 personel. Jika seluruh komponen itu dijumlahkan, total kekuatan personel militer aktif Arab Saudi mencapai sekitar 257.000 orang.

Drone mengawasi tiga orang yang mencoba masuk Makkah lewat gurun pada musim haji 2025. Foto: Dok. Security KSA

Angkatan Darat

  • Tank: 1.085 tank, terdiri dari 575 M1A2S Abrams, 370 M60A3, 140 AMX-30 (sebagai cadangan)

  • Kendaraan tempur infanteri/IFV: 380 M2 Bradley, 380 AMX-10P (sebagian besar disimpan), sejumlah VAB 100

  • Kendaraan angkut lapis baja/APC: 1.190 M113, 150 Panhard M3, 300 Pengintai Panhard AML

  • Artileri swagerak 380, artileri tarik 557, peluncur roket ganda 327

  • Helikopter: UH-60L 100, CH-47F 48, AH-64D Apache 47, OH-58D 15 (sebagian masih dipesan)

  • Drone: Wing Loong 300, Saqr 230+

Pengunjung berdiri di dekat tank M1A2 pada Pameran Pertahanan Dunia pertama Arab Saudi, di utara ibu kota Riyadh, Minggu (6/3/2022). Foto: Fayez Nureldine/AFP

Angkatan Udara

  • Pesawat tempur: 72 Eurofighter Typhoon, 81 Tornado IDS, 211 F-15C/D-F-15SR/SA, F-35A (48 dalam pemesanan)

  • Peringatan dini: 6 E-3 AWACS, 2 Saab 2000

  • Tanker: 7 KE-3A, 7 KC-130H,6 A330 MRTT (4 dipesan),2 KC-130J

  • Angkut: 33 C-130H, 17 Super King Air 350

  • Helikopter: 22 Bell 212, 15 AS332, 14 Bell 412, 2 UH-60L

  • Latih: 81 BAE Hawk, 55 PC-21, 25 SR22, 20 MFI-17

  • Drone: ada skuadron Wing Loong, CH-4B, Akinci, dan lainnya

Pesawaat tempur F-15. Foto: AFP

Angkatan Laut

  • 7 Fregat: 3 kelas Al Riyadh, 4 kelas Al Madinah

  • 9 Korvet: 5 kelas Avante, 4 kelas Badr. (Tiga Avante 2200 tambahan dipesan pada 2024).

  • 39 Kapal Patroli

  • 3 kapal pemburu ranjau 3, kapal pendukung 2, kapal pesiar kerajaan 2

  • Helikopter: AS565 Dauphin 26, AS332 Super Puma 20, MH-60R 10

  • Marinir: 2 brigade (masing-masing 1.500 personel) dengan sekitar 500 kendaraan lapis baja

Sebuah kapal angkatan laut Saudi berlabuh di pelabuhan dengan warga sipil dari berbagai negara di dalamnya setelah dievakuasi oleh Arab Saudi dari Sudan untuk menghindari konflik, di Pelabuhan Laut Jeddah, di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (27/4/2023). Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

Angkatan Pertahanan Udara

  • Rudal THAAD (AS): 7 baterai, 44 peluncur, 360 rudal pencegat, 16 stasiun kendali, 7 radar AN/TPY-2

  • Rudal THAAD: unit pertama beroperasi Juli 2025, target tujuh baterai pada 2028

Pasukan Pertahanan Udara Arab Saudi bersama peluncur THAAD, sistem pencegat rudal balistik pada ketinggian tinggi. Foto: Dok. Kemhan Arab Saudi
  • Rudal antiserangan udara Patriot PAC-2 GEM-T dan PAC-3 (AS) dengan jumlah yang dirahasiakan

  • Artileri antipesawat Oerlikon Skyguard 35 mm

  • Radar: 17 radar tipe AN/FPS-117, 6 radar tipe 17AN/TPS-43

Sistem pertahanan udara Patriot menjaga Makkah pada musim haji 2025. Foto: Dok. Kemhan Arab Saudi

Pasukan Rudal Strategis

  • 30+ rudal balistik DF-3 dengan jangkauan sekitar 4.000 km

  • Rudal DF-21 dengan jumlah yang tak diketahui, dan dibeli sekitar 2007