Sebut Alasan Keamanan Nasional, AS Larang Peralatan Telekomunikasi Buatan China
ยทwaktu baca 2 menit

Amerika Serikat (AS) melarang peralatan telekomunikasi dan pengawasan video buatan perusahaan-perusahaan China terkemuka atas alasan melindungi 'keamanan nasional' pada Jumat (25/11).
Inisiatif ini menargetkan perusahaan teknologi seperti Huawei Technologies, ZTE, Hytera Communications, Hikvision Digital Technology Company, dan Dahua Technology.
Federal Communications Commission (FCC) AS memberikan suara bulat dalam mengadopsi aturan baru tersebut. Pihaknya akan memblokir impor atau penjualan produk terkait.
"Keputusan bulat kami mewakili pertama kalinya dalam sejarah FCC untuk melarang perizinan peralatan komunikasi dan elektronik berdasarkan pertimbangan keamanan nasional," jelas pernyataan Komisaris FCC, Brendan Carr, dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (26/11).
Para pejabat keamanan AS kerap memperingatkan bahwa peralatan merek China dapat digunakan untuk mengganggu jaringan nirkabel 5G dan mengumpulkan informasi sensitif.
FCC mengatakan, larangan terbaru berkontribusi pada dorongan bertahun-tahun untuk 'menjaga keamanan jaringan AS'. Pembatasan ini diperkuat mantan Presiden AS, Donald Trump, pada 2019.
Trump menandatangani undang-undang Secure and Trusted Communications Networks. Aturan tersebut menetapkan kriteria untuk mengidentifikasi layanan komunikasi yang dianggap menimbulkan risiko bagi keamanan nasional Washington.
Layanan yang ditetapkan sebagai ancaman kemudian tunduk pada UU Secure Equipment Act pada 2021. UU yang ditandatangani Presiden AS, Joe Biden, ini menciptakan dasar untuk keputusan terbaru FCC.
Pemerintah China dan Huawei telah lama membantah tuduhan praktik memata-matai. Mereka mengecam sanksi AS terhadap produk teknologi China. Huawei belum mengomentari larangan kali ini.
Huawei menapaki hubungan yang terjal dengan AS dan sekutu-sekutunya. Salah satu produsen peralatan telekomunikasi terbesar di dunia tersebut telah menghadapi sejumlah sanksi terberat AS.
Eksekutif Huawei, Meng Wanzhou, pernah ditangkap dan ditahan selama hampir tiga tahun di Kanada menyusul tuduhan Kementerian Kehakiman AS. Washington menuding, Meng berusaha melanggar sanksi dengan mencoba melakukan transaksi bisnis dengan Iran.
Meng didakwa atas tuduhan penipuan dan dihadapkan dengan proses ekstradisi AS di pengadilan Kanada. Kejadian tersebut memicu krisis diplomatik antara Kanada, AS, dan China.
Setelah dibebaskan, Meng pulang ke China pada 2021. Awal tahun ini, Kanada pun bergabung dengan AS dalam melarang Huawei dari jaringan nirkabel 5G.
Komisaris FCC, Geoffrey Starks, menyebut larangan terbaru adalah pencegahan yang akan mengantarkan keuntungan di masa depan.
"Dengan menghentikan peralatan yang diidentifikasi sebagai ancaman bagi Amerika Serikat untuk memasuki pasar kami, kami secara signifikan mengurangi risiko yang dapat digunakan untuk melawan kami," jelas Starks.
"Kami juga menurunkan kemungkinan bahwa kami perlu mencabut dan mengganti peralatan itu di masa mendatang. Pada akhirnya, bila tidak dapat diotorisasi, ini tidak dapat dipakai," imbuhnya.
