Sedang Bantu Pemulihan Gempa di Myanmar, 3 Staf Kemanusiaan USAID Dipecat

5 April 2025 20:59 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi USAID. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi USAID. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
3 staf kemanusiaan AS dipecat saat membantu penyelamatan dan pemulihan pasca gempa di Myanmar.
ADVERTISEMENT
Mantan pejabat Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), Marcia Wong, mengungkapkan ketiga staf itu diberi tahu akhir minggu ini akan dipecat oleh pemerintah.
"Tim ini bekerja sangat keras, fokus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi mereka yang membutuhkan. Mendapatkan berita tentang pemutusan hubungan kerja yang akan segera terjadi, bagaimana mungkin tidak membuat putus asa?" kata Wong, mantan wakil administrator Biro Bantuan Kemanusiaan USAID, yang menangani upaya respons penyakit Washington di luar negeri, dikutip dari Reuters, Sabtu (5/4).
Pemerintahan Presiden Donald Trump telah menjanjikan bantuan senilai sekitar USD 9 juta untuk pemulihan pasca gempa. Namun, upaya bantuan dari AS terhambat karena pemerintahan Trump melakukan PHK besar-besaran, sementara China, Rusia, India, dan negara lainnya telah bergegas memberikan bantuan.
ADVERTISEMENT
Wong mengatakan, 3 staf USAID tidur di jalanan di wilayah gempa. Warga yang juga tidur di luar rumah karena khawatir gempa susulan atau gedung kembali runtuh.
Petugas penyelamat China bekerja di lokasi bangunan yang runtuh, setelah gempa bumi yang kuat, di Mandalay, Myanmar, Senin (31/3/2025). Foto: Stringer/REUTERS
Wong mengatakan, PHK mereka akan berlaku dalam beberapa bulan ke depan. Tak hanya itu, Wong mengatakan menghubungi staf USAID yang tersisa dan dia mendengar tentang PHK setelah pertemuan semua staf pada Jumat (4/4) kemarin.
Kementerian Luar Negeri tidak segera memberikan respons untuk permintaan komentar. Menlu AS Marco Rubio menolak kritik yang menyebut respons Washington dalam membantu pemulihan pasca gempa di Myanmar karena USAID dibubarkan.
"Myanmar bukanlah tempat termudah untuk bekerja," katanya di Brussels.
Dia juga menyebut junta militer tidak menyukai AS dan mencegah AS bantuan AS. PBB juga menyebut junta militer membatasi bantuan kemanusiaan.
ADVERTISEMENT
Rubio mengatakan AS tidak lagi jadi donor bantuan kemanusiaan terbesar di dunia, dan meminta negara-negara maju lainnya untuk membantu Myanmar.
Pemerintahan Trump telah memecat hampir seluruh staf USAID dalam beberapa minggu terakhir. Hal ini dilakukan Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang dipercayakan kepada Elon Musk untuk memotong anggaran yang dinilainya pemborosan.