Sederet Janji Idham Azis, Calon Kapolri Pengganti Tito

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komjen Pol Idham Azis memberi hormat saat mengikuti uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri di ruang rapat Komisi III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Komjen Pol Idham Azis memberi hormat saat mengikuti uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri di ruang rapat Komisi III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Komjen Pol Idham Azis akan ditetapkan menjadi Kapolri menggantikan Jenderal (Purn) Tito Karnavian yang menjadi Mendagri dalam rapat paripurna, Kamis (31/10). Idham Azis akan menjabat sebagai Kapolri selama 14 bulan, sesuai masa aktifnya sebagai anggota Polri.

Wakil Ketua Komisi III Desmond J Mahesa mengatakan, setelah 14 bulan, akan digelar kembali fit and proper test menentukan Kapolri baru.

"Sebelum berakhir 14 bulan, pasti Presiden akan mengusulkan lagi calon Kapolri baru," kata Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10).

Desmond membenarkan, fit and proper test bagi Idham Azis di DPR memang berlangsung singkat. Pasalnya, Wakapolri Komjen Ari Dono yang saat ini menjadi Plt Kapolri akan segera pensiun, sehingga dikhawatirkan akan ada kekosongan jabatan di tubuh Polri.

Komjen Pol Idham Azis (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Komisi III Herman Hery di ruang rapat Komisi III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

"Wakapolri juga pensiun kan. Nah ini yang kami membuat keputusan bahwa, oke kita proper ini ya dan hari ini kita selesaikan," ucapnya.

Meski hanya akan menjabat selama satu tahun lebih, namun Idham Azis memiliki sejumlah janji yang akan ia tepati selama menjadi Kapolri. Berikut janji-janji Idham Azis sebagai Kapolri:

Tak Terima Tamu di Rumah Dinas

Saat fit and proper test, Idham Azis berjanji tidak akan menerima anggota Polri yang menghadap di rumah dinas Kapolri di Jalan Pattimura, Jakarta Selatan. Apalagi, dengan masa jabatannya yang hanya 14 bulan saja.

"Karena yang menghadap itu cuma tiga, minta jabatan, mempertahankan jabatan, atau minta sekolah. Yang jelas-jelas saja kita bikin," kata Idham Azis di DPR RI, Rabu (30/1).

Selain itu, Idham juga berjanji untuk tidak melibatkan keluarga atau kerabat dalam jabatannya.

Perhatian terhadap sejumlah masalah dari Pilkada hingga radikalisme

Idham Azis juga berjanji akan memperhatikan sejumlah masalah di tahun 2020 nanti. Mulai dari Pilkada, pekan olahraga nasional, hingga kemungkinan terjadinya demo anarkitis.

"Agenda nasional 2020 antara lain suksesnya pengamanan 270 daerah di Pilkada, PON 2020 di Papua, masalah radikalisme, terorisme, unjuk rasa anarkistis, karhutla, serta berbagai kejahatan yang menjadi atensi publik. Cyber narkoba, illegal fishing dan lain-lain," kata Idham Azis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10).

Selain itu, ia juga berjanji akan memperkuat internal Polri dan memperbaiki SDM Polri. Sehingga, aparat kepolisian bisa lebih humanis dan dekat dengan masyarakat.

Komjen Pol Idham Azis mengikuti uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri di ruang rapat Komisi III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Tindak tegas polri tak netral saat Pilkada

Menyambut Pilkada 2020 mendatang, Idham Azis juga menjamin Polri akan tetap netral. Jika ada anggota Polri yang terbukti memihak salah satu calon di pilkada, ia tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas.

"Saya akan memberikan jaminan bahwa Polri netral, kalau tidak saya tindak anggota Polri itu. Saya tidak pernah ragu menindak anggota ketika dia tidak sesuai prosedur," kata Idham Azis.

Meski, ia memang tidak ingin langsung mengklaim Polri bisa benar-benar netral sepenuhnya. Ia hanya bisa memastikan, Polri serius menjaga netralitas anggotanya selama pilkada, dimulai dari dirinya sendiri.

"Kami semua netral dan itu dimulai dari saya. Mungkin ada yang tidak netral, ya itu oknum, satu obatnya, kita tindak," sebutnya.

Tugaskan Kabareskrim Baru tuntaskan kasus Novel

Kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik senior KPK Novel Baswedan menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Idham Azis saat menjadi Kapolri nanti. Idham Azis mengaku, ia akan segera menunjuk penggantinya sebagai Kabareskrim dan memintanya segera mengungkap kasus Novel Baswedan.

"Saya nanti begitu dilantik, saya akan menunjuk Kabareskrim baru dan nanti saya beri dia waktu untuk segera mengungkap kasus itu," ujar Idham Azis.

Meski demikian, ia tidak menyebut batas waktu pengungkapan kasus tersebut. Idham Azis hanya mengatakan, akan segera melantik Kabareskrim baru setelah ia menjabat sebagai Kapolri.

"Insyallah hari Jumat nanti (pelantikan kabareskrim)," tambahnya.

Komjen Pol Idham Azis mengikuti uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri di ruang rapat Komisi III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan