Sederet Kasus Arogansi Pengendara Mobil di Jalan: Ditangkap; Berujung Damai
·waktu baca 5 menit

Kasus pengendara mobil yang arogan kembali menjadi sorotan, kali ini terjadi di Gerbang Tol Tomang, Jakarta Barat pada Minggu (22/5) pagi. Aksi pengendara arogan kerap terjadi hanya karena masalah sepele hingga menimbulkan pertikaian.
Pria tersebut diketahui bernama William. Dia terlihat menampar pengendara lain bernama Yohanes.
Yohanes yang merasa dirugikan atas kejadian tersebut kemudian mendatangi Polda Metro Jaya pada Minggu (22/5) malam. Ia membuat laporan terkait penganiayaan ringan yang dialaminya dari keributan di Gerbang Tol Tomang.
Di Polda Metro Jaya William bertemu dengan Yohanes. Keduanya dilakukan mediasi untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Hasil mediasi kedua pihak sepakat untuk berdamai. Yohanes juga bersedia mencabut laporannya.
Dari kasus tersebut, ada beberapa yang berujung dengan damai hingga diamankan oleh pihak kepolisian.
Berikut deretan kasus aksi arogan pengendara mobil di jalan:
Kasus 2 Mobil Saling Senggol di Tol Buahbatu
Kasus dua mobil yang saling senggol dan melaju tak beraturan terjadi di Jalan Tol Buahbatu, Bandung. Kejadian ini sempat viral di media sosial dan diketahui akhir dari pertikaian tersebut telah berujung damai.
"Iya, sudah berakhir dengan damai," kata Kasat PJR Ditlantas Polda Jabar Kompol Ari Setiawan ketika dikonfirmasi, Kamis (6/5/2021).
Ari menjelaskan, peristiwa bermula ketika kendaraan jenis Mobilio yang dikemudikan seorang berinisial B melaju di ruas jalan tol. Dia merasa diikuti kendaraan jenis Xenia yang dikemudikan seorang berinisial R.
Kemudian, B melajukan kendaraannya lebih cepat dan dikejar oleh R hingga terjadi saling senggol antara dua kendaraan tersebut. B lalu menghentikan kendaraannya dan berkoordinasi dengan pihak Jasa Marga.
"Merasa diikuti dia tancap, kemudian Xenia itu mengejar sempat menabrakkan tiga kali terus merasa terancam pengendara Mobilio itu keluar untuk ke Gerbang Tol Baros, nah di situ lah dia ketemu sama pihak Jasa Marga," ucap dia.
Di sana, menurut Ari, kedua pengemudi kendaraan dibawa ke Mapolres Cimahi. Dari hasil pemeriksaan, diduga ada permasalahan di antara kedua pengemudi tersebut hingga menyebabkan salah paham. Akan tetapi, dia tak menjelaskan secara rinci permasalahan di antara keduanya.
"Mereka ada kesalahpahaman, ada permasalahan. Si R pengendara mobil Xenia itu mengejar dia, kemudian di Cimahi itu sudah diselesaikan mereka secara kekeluargaan, sudah selesai," kata dia.
Ari mengatakan, kedua pengemudi itu saling mengenal. Namun, intinya kasus itu telah diselesaikan secara kekeluargaan. "Kalau menurut saya saling kenal, nanti bisa mendalami (informasi) di Polres Cimahi," pungkas dia.
Viral Bocah Seruduk Polisi Pakai Mobil saat Pemeriksaan
Viral di media sosial pengendara mobil di bawah umur, nekat menerobos titik penyekatan di depan Pos Polisi Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah hingga menabrak satu polisi sampai terpental.
Dalam video tersebut, mobil Volkswagen (VW) kuning berpelat B 2328 STB (DKI Jakarta) itu melintas dari arah Daerah Istimewa Yogyakarta menuju Kabupaten Klaten.
Saat diminta menepi oleh petugas, awalnya pengemudi mengikuti arahan polisi dan sempat berhenti di kiri. Namun, ketika petugas meminta sopir membuka kaca, justru pengemudi malah tancap gas.
Polisi pun melakukan pengejaran dan akhirnya pengendara mobil di bawah umur itu tertangkap dan diamankan oleh petugas. Informasinya, ia belum memiliki SIM dan masih berumur 16 tahun.
Senior instructor sekaligus founder dari Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), Jusri Pulubuhu menjelaskan, pengendara di bawah umur dan belum memiliki legalitas SIM artinya secara psikologis ia belum matang untuk mengatur emosi.
"Ini permasalahan klasik, bukan cuma terjadi di Yogyakarta. Ketika pengendara di bawah umur mengendarai mobil dan berhadapan dengan situasi genting, ia tak mampu mengontrol emosinya, panik, lalu berbuat nekat," kata Jusri kepada kumparan, Minggu malam (9/5/2021).
Akibatnya, pelaku dikenakan sanksi tilang karena tidak memiliki dokumen wajib untuk berkendara.
Sopir Angkot di Medan yang Viral karena Ribut dengan Pengendara Ditangkap Polisi
Video sopir angkot di Medan ugal-ugalan mengejar pengendara mobil sambil membawa kayu viral di media sosial. Polisi kemudian melakukan pencarian pelaku dan berhasil menangkapnya pada Rabu (12/1).
Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Muhammad Firdaus, membenarkan penangkapan itu. Ia mengatakan, sopir bernama Ronald Sihombing (35) sudah diamankan di Polsek Medan Tuntungan.
“Pelaku sudah diamankan oleh Polsek Medan Tuntungan, Polrestabes Medan,” ujar Firdaus kepada kumparan, Rabu (12/1).
Namun demikian, pihaknya belum merinci secara detail kronologi penangkapan dan tindak ugal-ugalan pelaku.
Dari informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi di Jalan Flamboyan, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Jum’at (7/1). Awalnya sopir menaikkan penumpang di Simpang Perpas, Tanjung Selamat Sunggal.
Di belakangnya terdapat mobil pribadi jenis Wuling yang membunyikan klakson, sehingga pengemudi angkot tersebut minggir.
Namun, saat melewati angkot, pengemudi wuling memaki sopir angkot dan meludahi pelaku. Karena tidak terima, pelaku mengejar mobil Wuling tersebut sambil mengacungkan gagang perseneling. Aksi itupun direkam pengguna jalan hingga viral di media sosial.
Gaduh Konvoi Mobil Mewah di Tol Depok-Antasari: Hanya Ditegur, Harusnya Ditilang
Konvoi mobil mewah di Jalan Tol Depok-Antasari tepatnya di KM 02+400, Jakarta Selatan, pada Minggu (23/1) siang, menuai polemik. Sebab iring-iringan mobil mewah itu membuat macet karena berhenti di tengah jalan hanya untuk foto-foto.
Kepolisian langsung menindak iring-iringan mobil tersebut.
"Sat PJR melakukan penindakan kepada para pengemudi kendaraan mobil mewah yang beriringan yang sedang melaksanakan dokumentasi di dalam Ruas Tol sehingga menyebabkan kemacetan dan mengganggu Pengemudi lain di KM 02+," tulis TMC Polda Metro Jaya.
Namun, yang menjadi masalah, kepolisian tidak menjatuhkan sanksi tilang. Tetapi hanya teguran kepada para pemilik mobil mewah.
Kasat PJR Kompol Sutikno menjelaskan, saat petugas datang, para pengemudi mobil tersebut langsung membubarkan diri.
“Saat petugas datang mereka langsung pergi,” kata Sutikno saat dihubungi.
Sutikno menyebut, ada sejumlah pengemudi mobil mewah yang terjaring razia petugas. Namun, pemilik mobil mewah tersebut memohon untuk tidak ditilang, sehingga polisi hanya memberikan teguran.
“Teguran juga bagian dari penindakan. Mereka tadi memohon [agar tak ditilang]. Sebagai masyarakat kita berikan teguran dan edukasi,” ucap dia.
