Sederet Peran Gembong Narkoba Dewi Astutik: Rekrut WNI, Suplai ke Negara Lain
4 Desember 2025 8:46 WIB
·
waktu baca 3 menit
Sederet Peran Gembong Narkoba Dewi Astutik: Rekrut WNI, Suplai ke Negara Lain
Dewi merupakan gembong narkoba yang terlibat penyelundupan 2 ton sabu ke Indonesia yang dikaitkan dengan jaringan Golden Triangle. kumparanNEWS

ADVERTISEMENT
Badan Narkotika Nasional (BNN) terus mendalami jaringan narkoba internasional usai menangkap Paryatin alias Dewi Astutik alias Dinda alias Mami di Sihanoukville, Kamboja.
ADVERTISEMENT
Dewi merupakan gembong narkoba yang terlibat penyelundupan 2 ton sabu ke Indonesia yang dikaitkan dengan jaringan Golden Triangle (Thailand, Laos, Myanmar) dan Golden Crescent (Afghanistan, Iran, Pakistan).
Kepala BNN Komjen Suyudi mengatakan, hasil pendalaman sementara menunjukkan Dewi memiliki jejaring operasi lintas benua, membentang Ethiopia hingga Brasil, namun belum terkonfirmasi apakah jaringan itu terkait dengan Fredy Pratama.
“Paryatin sementara merupakan jaringan Kamboja–Nigeria–Brasil, jadi belum terkonfirmasi sebagai rekan Fredy Pratama,” ujar Suyudi dalam keterangan tertulis, Rabu (3/12).
BNN menyebut Dewi melakukan aktivitas operasi kurir sejak awal 2024, dengan wilayah edar yang luas.
“Berdasar hasil pendalaman dan analisa, narkoba yang diedarkan jaringan Paryatin alias Dewi Astutik di negara-negara antara lain: Indonesia, Laos, Hong Kong, Korea, Brasil, Ethiopia,” kata Suyudi.
ADVERTISEMENT
Itulah sebabnya, perempuan asal Ponorogo, Jatim, itu juga jadi buron di Korea Selatan.
“Didapatkan infom benar Paryatin alias Dewi Astutik, merupakan DPO negara Korea Selatan,” katanya.
BNN Ungkap Dewi Astutik Rekrut WNI Nganggur di Kamboja Jadi Kurir Narkoba
Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap pola perekrutan yang dilakukan Paryatin alias Dewi Astutik setelah ia ditangkap di Kamboja. Kepala BNN Komjen Suyudi menjelaskan bahwa Dewi merekrut WNI yang menganggur (jobless) di Kamboja untuk dijadikan kurir narkoba jaringan internasional.
“Sementara berdasar pendalaman, Paryatin khusus merekrut WNI yang jobless di Kamboja, serta kawan-kawan kurir yang bersedia bergabung dengan Paryatin alias Dewi,” ujar Suyudi dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (3/12).
Perekrutan berlangsung sejak 2023, dan operasional peluncuran kurir dimulai awal 2024.
ADVERTISEMENT
“Recruiting sejak 2023, dan operating peluncuran kurir sejak awal 2024. Daerah operasi Paryatin (Indonesia–Kamboja). Kurir-kurir Paryatin beroperasi di negara-negara antara lain: Indonesia, Laos, Hong Kong, Korea, Brasil, Ethiopia,” kata Suyudi.
BNN menangkap Dewi di Sihanoukville, Kamboja, pada Senin (1/3). Ia adalah buron kasus penyelundupan 2 ton sabu ke Indonesia yang dibongkar Mei lalu.
Penangkapan dilakukan oleh BNN bersama Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, dan BAIS TNI.
BNN Ungkap Identitas Pria yang Bersama Dewi Astutik saat Ditangkap di Kamboja
Paryatin alias Dewi Astutik, buronan internasional, yang menyelundupkan 2 ton narkoba jenis sabu jaringan Golden Triangle ditangkap di Sihanoukville, Kamboja. Saat diamankan pada Senin (1/12) ada seorang pria bersamanya.
ADVERTISEMENT
Terkait keberadaan pria itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) buka suara. Kepala BNN Komjen Suyudi mengungkap identitas pria tersebut.
“Nama dan identitas lelaki tersebut sedang dilakukan penyelidikan oleh Pol [polisi, red.] Kamboja, sementara info didapatkan, lelaki diakui sebagai WN Pakistan. Dengan panggilan Abdul Halim,” jelas Suyudi, Rabu (3/12).
Belum diketahui apakah pria itu terlibat dalam jaringan narkoba Dewi Astutik. Suyudi memastikan Abdul Halim memiliki hubungan dengan Dewi Astutik.
"Diduga sebagai pacar Paryatin alias Dewi Astutik,” ujarnya.
