Seekor Dingo Coba "Culik" Bayi di Australia

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi dingo Australia. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dingo Australia. Foto: Shutterstock

Seekor dingo dilaporkan mencoba "menculik" seorang bayi dari dalam tenda di Australia. Beruntung ayah bayi itu terbangun dan berhasil menyelamatkan putranya.

Diberitakan Reuters, peristiwa ini terjadi di Pulau Fraser, bagian timur Queensland, pada Kamis malam (18/4). Dingo, sejenis anjing liar khas Australia, menggigit bayi berusia 14 bulan itu dan menyeretnya.

"Orang tuanya terbangun karena teriakan bayi dan mengejarnya. Dia harus mengusir para dingo untuk mengambil kembali bocah 14 bulan itu," kata paramedis Ben Du Toit kepada media, Jumat (19/4).

Akibat serangan tersebut, kepala dan leher bayi itu mengalami luka-luka. Tengkorak kepala bayi itu retak karena gigitan dingo.

Dingo adalah hewan yang dilindungi di Pulau Fraser. Populasinya sekitar 200 ekor, dengan satu kawanan berisi hingga 30 ekor. Biasanya hewan ini menjadi atraksi tersendiri bagi wisatawan.

Ilustrasi anjing dingo Australia. Foto: Shutterstock

Di beberapa bagian Australia dingo dianggap hama yang boleh dimusnahkan, sementara di daerah lainnya dilindungi. Hewan ini biasanya tidak mendekati manusia. Namun di Pulau Fraser telah terjadi tiga kali serangan dingo tahun ini.

Salah satu kasus serangan dingo terkenal terjadi pada 1980 yang memakan korban Azaria Chamberlain, bayi berusia sembilan bulan. Ibu Azaria, Lindy, mengatakan bayinya dimangsa dingo, namun mayatnya tidak pernah ditemukan.

Lindy dipenjara tiga tahun karena kematian putrinya itu sebelum akhirnya dibebaskan. Baru pada 2012 pengadilan menyatakan Lindy tidak bersalah dan menyatakan Azaria dibunuh dingo.

Kasus Azaria diabadikan dalam novel berjudul "A Cry in the Dark" oleh John Bryson. Novel ini kemudian diadaptasi jadi film berjudul "Evil Angel" yang dimainkan oleh Meryl Streep dan Sam Neill.