Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

ADVERTISEMENT
Seekor penyu sisik secara tidak sengaja terjerat jaring nelayan dan ditemukan mati terdampar di Pantai Cacalan, Kelurahan Sukowidi, Kecamatan Sukoporo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Penyu itu ditemukan warga pada Rabu (14/8) sekitar pukul 14.00 WIB.
ADVERTISEMENT
Pembina Yayasan Penyu Banyuwangi Wiyanto Haditanojo mengatakan penyu itu berukuran panjang 50 centimeter dan lebar 47 centimeter. Ketika diperiksa, di leher penyu terdapat luka bengkak akibat jerat nelayan di sekitar.
"Penyu kan nafasnya pakai paru-paru. Mungkin karena terjerat jaring, sehingga tidak bisa bernafas di dalam air," kata Wiyanto.
Wiyanto sama sekali tidak menyalahkan nelayan atas matinya penyu itu. Karena menurut dia, kematian penyu itu murni tidak sengaja. Bangkai penyu itu kemudian dikubur warga dan nelayan setempat di pesisir Pantai Cacalan.
Menurut Wiyanto, penyu sisik merupakan salah satu dari 7 jenis testudinata atau reptil yang dilindungi. Dari 7 jenis penyu yang dilindungi, 4 di antaranya ada di Banyuwangi.
"Yakni Penyu Belimbing, Penyu Hijau, Penyu Lekang, dan Penyu Sisik," ujar dia. "Ada di Taman Nasional Baluran, Pantai Sukamade, Taman Nasional Alas Purwo, dan juga di Pantai Banyuwangi Kota".
ADVERTISEMENT