Segera Lakukan Pelonggaran, Bagaimana Tren Kasus COVID-19 Singapura?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas medis di ruang isolasi bagi pekerja di Singapura. Foto: Reuters/Edgar Su
zoom-in-whitePerbesar
Petugas medis di ruang isolasi bagi pekerja di Singapura. Foto: Reuters/Edgar Su

Pemerintah Singapura tengah menggenjot vaksinasi COVID-19 untuk warganya sebagai upaya untuk segera keluar dari rundungan pandemi corona. Bahkan dalam waktu dekat, berbagai kebijakan pembatasan ketat akan dilonggarkan.

Negara dengan populasi 5,7 juta penduduk itu sempat mengalami lonjakan kasus yang buruk pada awal pandemi tahun lalu. Tetapi, dengan memberlakukan berbagai pembatasan kegiatan ketat, mereka berhasil menahan laju infeksi virus corona.

Per Kamis (8/7), dikutip dari data yang diperbarui oleh Kementerian Kesehatan Singapura (MoH), tercatat penambahan kasus sebanyak 16 infeksi.

Sebanyak 13 di antaranya adalah kasus impor dan 3 adalah kasus transmisi lokal. Seluruh pasien kasus impor itu telah dilakukan isolasi atau Pemberitahuan Tinggal di Rumah (Stay-Home Notice) begitu tiba di Singapura.

Sementara, tak ada penambahan kasus kematian akibat COVID-19 hari ini.

Grafik kasus harian COVID-19 Singapura, Februari 2020 hingga Juli 2021. Foto: Tangkapan layar/Worldometers.info

Meskipun masih ditemukan kasus COVID-19 baru setiap harinya, rata-rata penambahan kasus di Singapura pada sepekan terakhir hanya mencapai 10 orang. Kematian dalam sepekan terakhir pun berjumlah nol.

Dikutip dari data yang diperbarui Worldometers.info, jumlah penambahan kasus COVID-19 dalam sepekan terakhir mengalami penurunan hingga 33% dibandingkan pekan lalu, yakni dari 109 menjadi 73.

embed from external kumparan

Kematian sepekan terakhir bahkan mengalami penurunan 100% dibandingkan dengan pekan lalu, dari jumlah pasien meninggal 1 orang menjadi 0.

Artinya, tren COVID-19 Singapura, baik itu tren kasus maupun kematian, cenderung mengalami penurunan yang signifikan.

Dikutip dari Channel News Asia, Singapura saat ini berupaya untuk “berdamai” dengan COVID-19 dan hidup bersama-sama dengan virus corona. Mereka juga merencanakan untuk membuka kembali negara mereka ketika tingkat vaksinasi sudah jauh lebih tinggi.

Pelayan memberikan makanan kepada pembeli saat larangan kegiatan di tempat umum. Foto: Edgar Su/Reuters

Sekarang ini, 5 juta dosis vaksin COVID-19 telah diberikan kepada masyarakatnya, dengan rincian 64,4% dari total penduduk sudah divaksinasi setidaknya satu dosis, dan 38,4% telah divaksinasi dosis penuh.

“Dengan vaksinasi, Singapura akan bisa secara progresif kembali dibuka dan kembali terhubung dengan dunia. Singapura akan mampu mencapai jangkauan vaksinasi tingkat yang sangat tinggi dalam satu hingga dua bulan ke depan,” ujar Menteri Keuangan Singapura, Lawrence Wong, dalam keterangannya pada Senin (5/7).

Singapura saat ini menggunakan vaksin Moderna dan Pfizer/BioNTech dalam program vaksinasi nasional mereka.

Meskipun vaksin Sinovac juga digunakan oleh sejumlah warga, Pemerintah tidak memasukkan jumlah penerima vaksin tersebut ke angka vaksinasi nasional

Musababnya, vaksin ini hanya tersedia di klinik atau fasilitas kesehatan swasta dan bukan bagian dari program nasional.

kumparan post embed