Sehari Usai Ledakan Bom Rakitan, Aktivitas Pembelajaran di MAN 3 Padang Normal

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kegiatan belajar mengajar di MAN 3 Padang berlangsung normal sehari setelah insiden ledakan bom rakitan yang dilalukan seorang pelajar berinisial R, Selasa (14/7/2026). Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan belajar mengajar di MAN 3 Padang berlangsung normal sehari setelah insiden ledakan bom rakitan yang dilalukan seorang pelajar berinisial R, Selasa (14/7/2026). Foto: Dok. kumparan

Kegiatan belajar mengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang berlangsung normal sehari setelah insiden ledakan bom rakitan yang dilakukan seorang pelajar berinisial R. Bom rakitan ini sengaja diledakkan diduga lantaran R sering dirundung oleh temannya.

Pantauan kumparan pada Rabu (15/7/2026), suasana sekolah negeri di bawah Kemenag tampak kondusif. Para siswa setara SMA ini mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

Saat jam istirahat, sejumlah siswa terlihat bermain di halaman sekolah, sebagian berada di kantin, sementara lainnya berkumpul di depan gerbang sekolah.

instagram embed

Di ruang kelas tempat R belajar, proses pembelajaran juga kembali berlangsung. Namun, pada salah satu sisi jendela kelas, masih tampak garis polisi yang dipasang petugas sebagai penanda lokasi pemeriksaan.

Kepala MAN 3 Padang, Marliza, mengatakan pihak sekolah tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar sesuai jadwal.

Sebelum pembelajaran dimulai, sekolah menggelar senam bersama dan memberikan edukasi mengenai pencegahan perundungan atau bullying kepada seluruh siswa.

"Hari ini kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian ada edukasi dari kepolisian tentang anti-bullying. Setelah itu pembelajaran berjalan normal seperti biasa," ujarnya.

Kegiatan belajar mengajar di MAN 3 Padang berlangsung normal sehari setelah insiden ledakan bom rakitan yang dilalukan seorang pelajar berinisial R, Selasa (14/7/2026). Foto: Dok. kumparan

Menurutnya, hingga saat ini belum ada laporan dari orang tua siswa yang menyampaikan kekhawatiran terkait aktivitas belajar di sekolah pasca-kejadian tersebut.

"Alhamdulillah, orang tua tetap mempercayakan anak-anaknya datang ke sekolah. Kegiatan belajar juga berjalan seperti biasa," katanya.

Marliza menambahkan, pihak sekolah akan meningkatkan pengawasan terhadap siswa sebagai bentuk evaluasi setelah insiden tersebut.

"Tentu pengawasan akan lebih kami tingkatkan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," ujarnya.

Pekerja kebersihan menyapu lantai sekolah pascaledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026). Foto: Fitra Yogi/ANTARA FOTO

Meski demikian, pihak sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian sebelum mengambil langkah lanjutan terhadap R.

"Kami masih menunggu proses dari kepolisian. Setelah itu baru akan kami menentukan langkah berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku," tuturnya.

Anggotan Gegana menjaga lokasi ledakan yang terjadi di SMA 72 Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/11/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

R, siswa kelas 12, meledakkan bom rakitan karena terinspirasi pemboman di SMAN 72 Jakarta pada 7 November 2025. Pemboman yang melukai banyak siswa itu dilakukan pelajar di SMA tersebut akibat terpapar terorisme supremasi kulit putih di internet.

kumparan post embed