Sejarah Letusan Gunung Marapi Sejak 1802
·waktu baca 3 menit

Pada Minggu (3/12/2023), Gunung Marapi yang berada di Sumatera Barat erupsi. Kala itu, terdapat 75 pendaki gunung.
Erupsi terus terjadi. Pada Senin (4/12), terjadi 10 kali letusan dan 49 kali embusan. Letusan terakhir adalah pada pukul 08.22 WIB.
Erupsi tersebut menewaskan 13 pendaki, berdasarkan data hingga pukul 12.00 WIB, Selasa (5/12). Data yang sama menyebutkan 10 pendaki masih belum diketahui kondisinya.
Bagaimana sejarah letusan Gunung Marapi? Begini data Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG):
1807 - Sampai 1822 dinyatakan adanya suatu letusan seperti dalam 1822.
1822 - Terjadi kepulan asap hitam kelabu, disusul leleran lava disertai sinar api merah tua dalam waktu seperempat jam. Setelah itu terjadi asap dan awan debu selama setengah hari juga teramati sinar api terus-menerus sampai keesokan harinya. Kerusakan yang diakibatkannya kecil (du Puy, 1845, p.12; Junghuhn, p.139-1240).
1985 - Selama bulan Juli terjadi peningkatan kegiatan di kawah Tuo. Letusan di Kawah Verbeek dengan tinggi asap lk. 250 m.
1987 - 15-27 Januari letusan eksplosif disertai suara gemuruh dan lontaran material pijar dari Kawah Verbeek. 27-28 Maret letusan abu disertai suara ledakan. 25-30 Mei serentetan letusan eksplosif terjadi di kawah Verbeek. 1-15 Juni tercatat lebih dari 20 kali letusan dari kawah Verbeek, suara letusan terdengar sampai Batu Palano. 18 September terjadi serentetan letusan di kawah Verbeek.
1988-1990 - Marapi masih bergejolak. Rentetan letusan eksplosif kadang disertai suara gemuruh dan sinar bara api terjadi secara sporadis sepanjang tahun. Pusat letusan masih di kawah utama atau populer dengan sebutan kawah Verbeek. Tinggi asap antara 400-2.000 meter dengan warna hitam tebal berbentuk cendawan, hujan abu menyebar hingga 6-10 kilometer dari pusat kegiatan, selanjutnya hingga tahun 2010 teramati sejumlah letusan kecil dengan ketinggian asap antara 200-1.500 meter.
2011 - 3 Agustus 2011, letusan eksplosif dengan suara gemuruh terdengar dari kawah. Tinggi asap mencapai 1.000 meter yang menyebabkan hujan abu dengan ketebalan 1 milimeter.
Sejak saat itu, Status Marapi naik dari Normal level 1 menjadi Waspada level 2 sampai sekarang.
26 September 2012 - Letusan besar kembali terjadi dengan suara gemuruh dari kawah yang memaksa keluarnya asap kelabu tebal dengan ketinggian 1.500 meter.
2014 - Tercatat sejumlah letusan sebanyak 18 kali dengan warna asap kelabu dengan ketinggian 100-700 meter.
2017 - 4 Juni 2017, terjadi letusan sebanyak 6 kali pada kawah Verbeek. Tinggi asap 700 meter, menyebabkan hujan abu jatuh di Tanah Datar dengan ketebalan 1 milimeter.
2 Mei 2018 pukul 07.03 WIB terjadi erupsi dengan ketinggian kolom 4.000 meter dari puncak, warna asap kelabu tebal, tekanan kuat, dan arah angin saat terjadi letusan ke arah tenggara.
