Sejarah Panjang Perundingan Damai Israel dan Palestina

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang demonstran memegang bendera Palestina di depan pasukan Israel dalam sebuah protes terhadap permukiman Yahudi dekat Beit Jala di Tepi Barat yang diduduki Israel, Minggu (8/9). Foto: REUTERS/Mussa Qawasma
zoom-in-whitePerbesar
Seorang demonstran memegang bendera Palestina di depan pasukan Israel dalam sebuah protes terhadap permukiman Yahudi dekat Beit Jala di Tepi Barat yang diduduki Israel, Minggu (8/9). Foto: REUTERS/Mussa Qawasma

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali jadi perbincangan. Usulan perdamaian konflik Israel-Palestina dianggap tak berimbang.

Palestina menilai usulan perdamaian dari Trump menunjukkan posisi AS yang pro-Israel. Palestina pun resmi menyatakan penolakan.

Dengan penolakan tersebut, perdamaian Israel-Palestina dipastikan kembali tertunda.

kumparan merangkum sejarah dan lika-liku proses perdamaian Israel-Palestina yang kerap menemui jalan buntu

Tentara Israel gusur ratusan rumah warga Palestina. Foto: AFP/Ahmad Gharabli

1967

Setelah perang enam hari di Timur Tengah meletus, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi 242. Resolusi itu menyerukan Israel menarik seluruh militernya dari daerah pendudukannya.

Israel juga diminta menghormati kedaulatan, integritas, dan kemerdekaan negara di kawasan Timur Tengah.

Resolusi 242 hingga saat ini kerap dipakai sebagai landasan untuk inisiasi perdamaian Israel-Palestina.

1978

Mantan Presiden AS Jimmy Carter Foto: AP Photo/David Goldman

Lima tahun setelah Perang Timur Tengah, Presiden AS ketika itu, Jimmy Carter membawa Perdana Menteri Israel Menachem Begin dan Presiden Mesir Anwar Sadat ke Camp David untuk membicarakan perdamaian.

Begin dan Sadat setuju mengenai kerangka perdamaian di Timur Tengah. Ia meminta Israel menarik diri dari Gurun Sinai, dan wilayah Palestina Tepi Barat dan Jalur Gaza.

1979

Perjanjian damai Israel dan negara Arab sempat tercapai. Israel berencana menarik tentaranya dari Sinai dalam tiga tahun ke depan.

1981

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Fahd mengusulkan Israel menarik diri dari seluruh wilayah pendudukannya. Ia juga mengusulkan pembentukan negara Palestina dan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Tentara Israel mengamankan warga Palestina di kompleks Masjid al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Minggu (11/8). Foto: AFP/AHMAD GHARABLI

1991

Selama empat tahun situasi Timur Tengah memanas. Pemberontakan warga Palestina penyebabnya.

Untuk mengatasi itu, dilangsungkan KTT Madrid. Perwakilan Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) bertemu di ibu kota Spanyol itu.

Sayangnya tak ada kesepakatan tercapai. Kedua pihak cuma menyepakati dilansungkannya komunikasi secara langsung.

1993-1995

Israel dan PLO bertemu secara rahasia di Norwegia. Perjanjian damai sementara terwujud. Palestina diizinkan membentuk pemerintahan dan dewan di Tepi Barat dan Gaza untuk massa lima tahun.

Israel juga setuju menarik pasukan. Kedua pihak juga memulai dialog perjanjian damai permanen.

Yasser Arafat Foto: AFP Photo/Jamal Aruri

2000

Presiden Amerika Serikat Bill Clinton menjadi penengah pertemuan antara PM Israel Ehud Barak dan pemimpin Palestina Yasser Arafat di Camp David. Tak ada kesepakatan yang terjalin.

Usai pertemuan pemberontakan meletus di Palestina.

2002-2003

George W Bush jadi Presiden AS pertama yang menyerukan pembentukan negara Palestina dan meminta mereka hidup berdampingan dengan Israel.

Saudi juga mengusulkan rencana perdamaian yang didukung Liga Arab. Dalam usulan itu Saudi meminta Israel menarik seluruh pasukannya dari wilayah pendudukan.

Sepanjang 2002 dan 2003 AS, Uni Eropa, PBB, dan Rusia mengusulkan two state solution sebagai jalan keluar konflik.

2007

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas Foto: AP Photo/ Raad Adayleh

Bush menjadi tuan rumah KTT Timur Tengah di Annapolis, Maryland. Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan PM Israel Ehud Olmert setuju bertemu.

Olmert menyatakan, kesepakatan sedikit lagi tercapai. Namun, dugaan korupsi terhadap Olmert dan perang di Gaza mengagalkan rencana perdamaian.

2009

PM Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Universitas Bar-Illan. Ia memastikan Israel siap dengan perjanjian damai termasuk mengakui Palestina dan menarik militer.

Namun, ia meminta Palestina mengakui Israel sebagai Negara Yahudi.

2010

PM Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di depan pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Foto: Ronen Zvulun/Reuters

Israel berulah, mereka membangun pemukiman Yahudi di wilayah pendudukannya di Palestina. Atas tekanan AS, Netanyahu setuju menghentikan sementara pembangunan pemukiman selama 10 bulan.

Israel kembali menyatakan siap berunding dengan Palestina. Namun, perundingan mandek lagi usai Netanyahu menolak memperpanjang moratorium pembangunan pemukiman Yahudi.

2013-2014

Menlu AS John Kerry meminta Israel dan Palestina kembali berunding. Permintaan itu tidak wujudkan oleh kedua pihak.

2019

Presiden Amerikas Serikat Donald Trump menggelar konpers rencana perdamaian Timur Tengah di Gedung Putih, AS. Foto: REUTERS / Brendan McDermid

Jared Kushner, menantu Donald Trump meluncurkan program pendekatan ekonomi kepada Palestina. Ia berjanji mengucurkan investasi senilai USD 50 juta untuk membantu perekonomian Palestina.

Sementara itu, di Israel PM Netanyahu malah menyatakan Israel siap mencaplok Tepi Barat dan Lembah Yordan.

Situasi semakin pelik kala Menlu AS Mike Pompeo mendukung rencana Israel membangun pemukiman Yahudi di Tepi Barat.