Sejumlah Objek Wisata di Banyumas Ditutup Dampak Tragedi Jembatan Kaca Maut
·waktu baca 2 menit

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menutup seluruh objek wisata yang berpotensi membahayakan pengunjung atau wisatawan, menyusul tragedi pecahnya jembatan The Geong yang menewaskan 1 orang pengunjung.
Penjabat (Pj) Bupati Banyumas, Hanung Cahyo Saputro, menekankan pentingnya sertifikasi kelayakan dan keamanan.
"Dengan adanya kejadian ini semua tempat wisata yang punya potensi kami tutup sampai dengan dikeluarkannya sertifikat layak fungsinya. Jadi Sebelum layak fungsi keluar semua belum boleh digunakan," ujar Hanung saat ditemui wartawan di RS Geriatri Margono Soekarjo Purwokerto, Kamis (26/10).
Hanung akan segera mengeluarkan surat edaran (SE) terkait penutupan tersebut. Termasuk melakukan assessment ulang pada tempat-tempat wisata yang berpotensi berbahaya.
"Saya akan buat surat edaran, dan sebelumnya sudah diteleponin teman-teman dinas untuk tutup dulu. Dan Selasa kita kumpulkan untuk dilakukan assessment ulang tempat wisata seperti ini nanti ada teman Satpol PP, Dinas PU, dan lainnya yang akan fasilitasi," ujar Hanung.
1 Korban Membaik
Di RS itu Hanung menjenguk salah satu korban selamat dari tragedi jembatan kaca.
"Kondisinya bagus, sudah sadar bisa bicara. Bisa cerita lancar runtut. Kondisinya baik, korban bengkak di tangan dan pinggul tadi," kata Hanung.
Diberitakan sebelumnya, kaca pada Jembatan Kaca di kawasan wisata The Geong Banyumas pecah membuat 4 orang wisatawan terjatuh: 1 orang di antaranya meninggal dunia.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (25/10), di kawasan wisata yang terletak di Hutan Pinus Limpakuwus, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
