Sejumlah Rumah Rusak dan Beberapa Warga Terluka Imbas Gempa 4,8 M di Sumedang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasien RSUD Sumedang dievakuasi karena gempa. Foto: Basarnas
zoom-in-whitePerbesar
Pasien RSUD Sumedang dievakuasi karena gempa. Foto: Basarnas

Kabupaten Sumedang diguncang gempa berkekuatan 4,8 magnitudo pada Minggu (31/12) malam. Gempa terjadi pukul 20.34 WIB.

Kapolres Sumedang AKBP Joko Dwi Harsono langsung melakukan pengecekan dengan berkeliling wilayah terdampak gempa. Ia didampingi anggotanya dan unsur dari TNI.

Berdasarkan hasil penelusuran, sejumlah rumah warga rusak. Termasuk ada warga luka.

“Sampai saat ini, alhamdulillah belum ada korban jiwa, hanya korban luka-luka saja dan sudah kami evakuasi,” kata Joko.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan, beberapa wilayah yang terdampak cukup parah yakni di Sumedang Utara, Selatan dan Cimalaka.

"Ada beberapa rumah rusak, retak maupun atap roboh," ucap dia.

Pasien RSUD Sumedang dievakuasi karena gempa. Foto: Basarnas

Sementara berdasarkan keterangan dari Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Joshua Banjarnahor, pasien di RSUD Sumedang dievakuasi.

Dari foto dan video yang dibagikan, terlihat para pasien berada di pinggir jalan.

Pasien RSUD Sumedang dievakuasi karena gempa. Foto: Basarnas

Sedangkan BPBD Sumedang menuturkan, Ruangan Tanjung di lantai 5 RSUD Sumedang mengalami retakan dinding dan atap plafon retak.

Begitu juga di Ruang Tulip lantai 7 mengalami retakan pada dinding pintu ruangan.

"Pusdalops Mengasesment ke lokasi ke titik pusat gempa dan mengimbau kepada seluruh masyarakat sumedang agar tetap tenang dan waspada," jelas BPBD Sumedang.

kumparan post embed

Gempa Ketiga

Ini merupakan gempa ketiga di Sumedang. Gempa pertama terjadi pukul 14.35 WIB. Sedangkan gempa kedua terjadi pukul 15.38 WIB.

Gempa pertama berkekuatan 4,1 magnitudo. Sementara gempa kedua berkekuatan 3,4 magnitudo.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar aktif daerah setempat," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.