Sekda Aceh Selatan soal Bupati Umrah saat Banjir: Pemulihan Daerah Lebih Cepat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS. Foto: Pemkab Aceh Selatan
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS. Foto: Pemkab Aceh Selatan

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan akhirnya angkat bicara soal polemik keberangkatan Bupati Mirwan bersama istri untuk menjalankan ibadah umrah di tengah status darurat bencana Aceh.

Foto-foto Mirwan di Tanah Suci yang beredar di media sosial memicu kritik warganet dan pertanyaan soal prioritas pemimpin daerah.

Plt Sekda Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, mengatakan keberangkatan tersebut dilakukan setelah kondisi daerah dinilai stabil pascabanjir.

Dia menyebut debit air di wilayah Trumon Raya Trumon, Trumon Tengah, dan Trumon Timur sudah berangsur surut.

“Narasi yang menyebut Bupati meninggalkan rakyat saat banjir itu tidak tepat,” kata Diva saat dikonfirmasi, Jumat (5/12/2025).

Diva memastikan sebelum umrah, Mirwan turun langsung ke lokasi terdampak banjir beberapa kali, menyalurkan bantuan, serta mengecek distribusi logistik pemerintah.

Menurutnya, sebagian besar warga pengungsi juga telah kembali ke rumah masing-masing.

“Pemulihan di Aceh Selatan lebih cepat dibanding daerah lain seperti Aceh Tamiang, Gayo Lues, dan Bireuen. Koordinasi tanggap darurat berjalan baik,” ujarnya.

Diketahui, pada 27 November 2025, Mirwan menerbitkan Surat Pernyataan Ketidaksanggupan penanganan darurat banjir dan longsor.

Pemprov Tak Beri Izin

Sementara itu, Pemerintah Aceh melalui Juru Bicara Muhammad MTA membenarkan Bupati Mirwan mengajukan izin perjalanan luar negeri pada 24 November 2025.

Banjir dan Longsor melanda sejumlah pemukiman warga di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Namun permohonan itu ditolak Gubernur Aceh pada 28 November karena Aceh sedang berada dalam Status Darurat Bencana Hidrometeorologi.

“Aceh Selatan juga termasuk wilayah terdampak parah sehingga izin tidak dapat diberikan,” kata MTA.

Ia mengungkapkan pihaknya sudah mencoba menghubungi pejabat Aceh Selatan untuk meminta klarifikasi soal kepastian keberangkatan Bupati, namun belum mendapat jawaban.

“Kalau benar tetap berangkat tanpa izin, Gubernur akan beri teguran,” tegasnya.