Sekda DKI soal Underpass Kemayoran Banjir Lagi: Evaluasi Drainase

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas menyiapkan selang untuk menyedot banjir yang menggenang di Underpass Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (2/2/2020). Foto: Helmi Afandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menyiapkan selang untuk menyedot banjir yang menggenang di Underpass Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (2/2/2020). Foto: Helmi Afandi/kumparan

Banjir terjadi lagi di Underpass Kemayoran akibat hujan deras yang melanda Jakarta sejak Minggu (2/2) dini hari. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran langsung mengerahkan pompa untuk menyedot air.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah meninjau titik banjir di Underpass Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (2/2).

Petugas memotret banjir yang menggenang di Underpass Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (2/2/2020). Foto: Helmi Afandi/kumparan

Dalam kesempatan itu Saefullah menyarankan agar pihak Pengelolaan Kompleks (PPK) Kemayoran memperhatikan drainase di lokasi tersebut. Sehingga banjir serupa tak terus terjadi.

“Kalau saya sarannya PPK (Kemayoran) drainase Kemayoran ini mesti dievaluasi,” ucap Saefullah di lokasi, Minggu (2/2).

Proses sedot banjir menggunakan pompa di Underpass Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Helmi Afandi/kumparan

Underpass Kemayoran merupakan kawasan yang menjadi tanggung jawab Kementerian Sekretariat Negara. Pengelolaannya dilakukan oleh PPK Kemayoran.

Ia juga sempat membandingkan kawasan Ancol yang memiliki sistem penataan air lebih baik. Sehingga, saat hujan terus mengguyur tak terjadi banjir.

“Ancol, misalnya, kan relatif tidak ada masalah, karena punya sistem polder sendiri. Harusnya Kemayoran ini juga punya polder sendiri, kaitan antara saluran kecil dan sedang besarnya, sampai danau, sampai ke kali ditata ulang,” kata dia.

Warga menonton petugas yang sedang menyedot banjir yang menggenang di Underpass Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (2/2/2020). Foto: Helmi Afandi/kumparan

Hujan mengguyur sejumlah wilayah Jakarta pada Minggu (2/2) pagi. Akibatnya sejumlah titik mengalami genangan air. Seperti yang terjadi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Medan Merdeka Barat hingga Medan Merdeka Utara atau depan Istana Merdeka.

Banjir juga terjadi di Jakarta Utara yaitu Jalan Gaya Motor, Sunter.

kumparan post embed