Sekda Semarang Sebut Macan Putih 'Anggun' Mati di R Zoo Serdang Bedagai, Sumut

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Harimau putih koleksi Semarang Zoo atau Kebon Binatang (Bonbin) Mangkang bernama Anggun. Foto: Dok. instagram Semarang Zoo
zoom-in-whitePerbesar
Harimau putih koleksi Semarang Zoo atau Kebon Binatang (Bonbin) Mangkang bernama Anggun. Foto: Dok. instagram Semarang Zoo

Kematian Anggun, harimau putih koleksi Semarang Zoo, jadi sorotan. Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto mengatakan, Anggun mati pada akhir Maret 2026 di R Zoo, Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara.

"Matinya akhir bulan Maret yang lalu," ujar Handi kepada wartawan, Selasa (28/7).

Handi mengatakan, Anggun dipindahkan ke R Zoo pada pertengahan Maret 2026 dalam misi pertukaran satwa.

"Alasan penukaran karena harimau kita sudah banyak hasil dari kawin sedarah, yang dikirim ke Medan [Sergai] adalah cucu dari perkawinan sedarah, berwarna putih karena DNA-nya sudah menyimpang. Jadi perlu darah baru dari luar," jelas Handi.

Anggun adalah harimau benggala betina berusia delapan tahun. Adapun jarak Semarang ke Sergai sekitar 2.000 km.

Anggun Dipindahkan ke Sergai 17 Maret

Handi menjelaskan, Anggun dipindahkan bersama seekor harimau benggala lain bernama Ganza.

Kedua harimau itu diberangkatkan ke R Zoo melalui jalur darat pada 17 Maret 2026 dengan didampingi keeper satwa dari R Zoo, dokter hewan Semarang Zoo, keeper Semarang Zoo, serta pendamping dari BKSDA Jawa Tengah.

Rombongan tiba di R Zoo pada 21 Maret 2026. Petugas R Zoo, dibantu dokter hewan dan keeper Semarang Zoo, kemudian memindahkan kedua harimau dari kandang angkut ke kandang karnivora yang telah disiapkan.

Semarang Zoo. Foto: Dok. Semarang Zoo

Ganza dipindahkan terlebih dahulu karena posisi kandangnya berada di bagian belakang. Setelah itu, Anggun dipindahkan. Proses pemindahan berjalan lancar. Seluruh proses tersebut dituangkan dalam berita acara pengiriman dan penerimaan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar Dalam Negeri (SATS-DN) Nomor SI.31/K21/TU/KSA/3/2026.

"Sampai di R Zoo Medan keduanya baik-baik saja. Mereka bergerak masuk dengan cukup lincah, tidak ada tanda-tanda lemas atau abnormal," jelas Handi.

Mati Seminggu setelah Dipindahkan

Namun, pada 27 Maret 2026 atau sekitar satu minggu setelah Anggun dipindahkan, pihak R Zoo memberikan kabar bahwa satwa langka tersebut telah mati.

"Pihak R Zoo,memberikan kabar anggun mati dengan berita acara autopsi," kata Handi.

Hasil autopsi menyebut Anggun mati karena beberapa penyebab, antara lain adanya lesi dan perlukaan pada organ lambung, serta peradangan dan perdarahan pada organ paru.

"Terjadinya pembengkakan pada organ jantung, hati, dan juga ginjal. Ditemukan kerusakan dan ptcie pada sebagian organ hati yang mengindikasikan kinerja organ yang sudah tidak maksimal. Kemudian saluran pencernaan kosong dan tidak dijumpai adanya sisa pakan, yang menandakan harimau sudah dalam waktu lama tidak makan," ungkap Handi.

Meski begitu, Handi memastikan seluruh satwa di Semarang Zoo rutin menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Selain itu sebagai upaya pencegahan kita juga telah memerintahkan direktur Semarang Zoo untuk memeriksakan kesehatan atas semua hewan yang ada di Semarang Zoo," kata Handi.

Koleksi Satwa Favorit

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti (kanan) dalam acara serah terima jabatan di Balai Kota Semarang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Terpisah, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengaku sedih atas kematian Anggun apalagi Anggun merupakan koleksi satwa favorit di kebun binatang kepunyaan Pemkot Semarang itu.

"Sedih banget ya. Kami akan selidiki karena itu adalah kekayaan dari Semarang Zoo. Ini menjadi titik di mana teman-teman, masyarakat itu kalau ke Semarang Zoo pasti melihat harimau putih," ujar Agustina kepada wartawan, Senin (27/7).

Agustina juga mengaku sudah mendengar kabar kesalahan anestesi yang membuat harimau Anggun mati. Namun hal itu masih perlu didalami.

"Kami akan selidiki kok bisa salah anestesi dan sebagainya itu," jelas dia.

"Mudah-mudahan segera bisa kami sampaikan kepada publik penyebab kematian, mengapa dan bagaimana, dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua," kata Agustina.