Sekelompok Massa Demo di Depan Balai Kota, Tolak Politisasi CFD

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demo di depan Balai Kota. (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Demo di depan Balai Kota. (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)

Sekelompok massa yang menamakan diri 'Mahasiswa BEM Nasionalis' menggelar aksi demo di depan Balai Kota, Jakarta Pusat. Dalam aksi itu, mereka menuntut Pemprov DKI menegakkan Pergub Nomor 12 tahun 2016 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD).

Aksi digelar di depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/5). Mereka kompak mengenakan kaus putih bertuliskan 'Stop Politisasi Car Free Day'. Sesekali mereka menutup wajah dengan spanduk yang dibawa.

Koordinator aksi Tukul Widiyatmo mengatakan, belakangan ini Car Free Day kerap digunakan sebagai sarana untuk kegiatan politik. Untuk itu, mahasiswa menuntut pemprov untuk menghentikan kegiatan politisasi yang dilakukan di CFD.

"Pada dasarnya memang CFD ini suatu tempat yang seharusnya netral untuk mengurangi dampak polusi dari kendaraan bermotor," kata Tukul.

Demo di depan Balai Kota. (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Demo di depan Balai Kota. (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)

Tukul menyesalkan insiden intimidasi yang terjadi di CFD akhir pekan lalu. Ia menyebut, sebaiknya CFD dibebaskan dari kegiatan politik karena berpotensi memecah belah masyarakat.

"Tapi hari ini kita lihat bahwa ada praktik politik di sana. Jangan sampai adanya tindakan diskriminatif yang dapat menimbulkan suatu perpecahan nantinya. Kita tidak ingin demokrasi kita rusak karena hal-hal seperti itu," lanjutnya.

Tukul menyebut, salah satu penyebab insiden intimidasi di CFD terjadi karena adanya unsur kelalaian dari Pemprov DKI. Menurut dia, memasuki tahun politik, semestinya pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan di CFD diperketat. [Baca juga: Gelang Tasbih dan Dugaan Operasi Intelijen di Balik Insiden CFD]

"Ada (kelalaian), seharusnya Pemprov tegas. Melihat ini tahun politik, harusnya diperketat di setiap ajang itu harus ada petugas menertibkan supaya tidak terjadi perpecahan," ucap dia.

Melalui demo itu, mereka mendorong agar Pemprov dapat memberikan petugas keamanan lebih banyak dalam kegiatan CFD. Sehingga insiden yang menimpa seorang ibu dan anak di CFD beberapa waktu lalu tak terjadi lagi.