Sekeluarga di Depok Bersimbah Darah: Pelaku Diduga Anak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Shutterstock

Polisi masih menyelidiki kasus sekeluarga bersimbah darah dalam rumah di Kampung Sindangkarsa, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Kamis (10/8).

Sri Widiastuti (42 tahun), meninggal dengan luka bacok di leher. Bakti Ajis Munir (48), suami Sri, mengalami luka di tangan; dan Rifki Azis Ramadhan (22), anak Sri-Bakti, mengalami syok.

"Hasil penelusuran sementara, (terduga pelaku) mengarah ke anaknya," kata Kapolsek Cimanggis, Kompol Arief Budiharso, kepada kumparan, Kamis (10/8).

"Motif sementara, berdasarkan keterangan awal, bahwa adanya permasalahan internal keluarga antara anak dan orang tuanya," ujar Arief.

Namun Arief belum dapat menjelaskan lebih detail motif permasalahan keluarga tersebut, utamanya karena anak itu masih dirawat di rumah sakit.

kumparan post embed

Kesaksian Tetangga

Awalnya tetangga mereka, Nandhiko Wahyu Mukti (21), hendak membeli limbah kardus ke Bakti. Yang jaga gudang kardus itu adalah Achmad Fauzan (35).

Bakti mengantar Nandhiko ke Achmad lalu pulang.

Sekitar pukul 10.00 WIB, terdengar teriakan minta tolong dari rumah Bakti. Tetangga pun berdatangan.

Pintu depan rumah Bakti terbuka, tapi suara teriakan berasal dari dalam sebuah kamar yang terkunci.

Usai didobrak, terlihat Bakti, Sri, dan Rifki sudah bersimbah darah.

"Korban meninggal (Sri) tergeletak di dapur," kata Kaur Humas Polres Depok, Iptu Made Budi, melalui keterangan tertulis, Kamis (10/8).Golok pun diamankan polisi.

"Suami dan anak dibawa ke RS Sentra Medika," ujar Made.

TKP sekeluarga di Tapos, Depok, bersimbah darah. Foto: Dok. Istimewa